|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Buntut
Ketidakjelasan Nasib, CPNS Adukan Nasib ke
Dekot
|
Ketidakjelasan
nasib pascapengumuman hasil tes, puluhan CPNS Rabu
(19/04) kemarin mendatangi Dekot Manado dengan
maksud untuk menyampaikan unek-unek. Sayang, maksud
mereka sempat ditolak oleh Ketua Komisi D Amir
Liputo dengan alasan bahwa pengaduan itu idealnya
disampaikan langsung ke Pemprop Sulut yang dalam
melakukan pemeriksaan dan pengawasan tanpa
melibatkan pemkot.
“Sebenarnya masalah ini lebih tepat jika
dialamatkan ke pemrop. Sebab, waktu pemeriksaan lalu
pemkot kan tidak dilibatkan. Jadi kalau saat ini ada
masalah silahkan ke pemprop,” tukas Liputo sambil
berlalu.
Namun begitu, ada juga anggota Dewan yang memebri
ruang bagi CPNS ini untuk bekeluh-kesah, yakni
anggota Komisi D masing-masing Julius M Lovihan dan
Linberg S Rotinsulu. “Silahkan aspirasinya
disampaikan namun lewat perwakilan saja,” imbau
Lovihan.
Perwakilan CPNS, masing-masing Sulastri Dalesi,
Margaretha Kandou dan Anitje Manalip pun angkat
suara yang intinya menyatakan agar tindak lanjut
kelulusan CPNS ini segera ditangani, sebab pemrop
telah menyerahkan penanganannya pada kabupaten/kota.
“Sejak mulai lulus sampai sekarang ini, tidak ada
petunjuk apapun dari pemkot. Padahal, kalau bicara
masalah semua daerah memilikinya. Namun penanganan
CPNS tetap dapat diproses. Contohnya saja Bolmong
dan Tomohon kendati dililit masalah tapi penanganan
CPNS tidak terbaikan,” papar Sulastri.
Lovihan dan Linberg pun menenangkan para CPNS dengan
saran bahwa nama mereka tetap berada pada posisi
aman. Artinya tidak ada tindakan penghapusan maupun
anulir. Karena itu sikap poisitif perlu dikedepankan
dalam hal ini.
Selanjutnya ketika hal ini dikonfirmasi pada Ketua
BKD Pemkot Manado Drs Joppy Suwu dengan tegas
meminta para CPNS yang lulus untuk bersabar, sebab
semuanya akan diproses sesuai prosedur yang
berlaku.(eda)
|
|