|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Triwulan Pertama, PE Sulut Rendah
|
Pertumbuhan ekonomi (PE, Red) Sulut pada triwulan pertama tahun 2006 belum menggembirakan. Pasalnya, berdasarkan evaluasi makro ekonomi yang dilakukan oleh Bank Indonesia (BI) dan Badan Pusat Statistik (BPS) Manado, untuk triwulan pertama tahun ini PE Sulut diperkirakan hanya sebesar 4,13 persen atau lebih rendah dibanding triwulan pertama tahun sebelumnya yakni 4,34 persen.
Menurut hasil evaluasi BI Manado, PE Sulut dominan didorong oleh sektor perta-nian yang memberikan kon-tribusi sebesar 1,81 persen. Hal ini merupakan dampak dari meningkatknya produksi beberapa produk pertanian menyusul telah datangnya musim panen.
Sedangkan pada sektor perdagangan, hotel dan restoran memberikan sum-bangan terbesar yakni 0,56 persen.
Hal ini setidaknya tercermin dari meningkatnya indeks riil penjualan eceran.
Sementara sektor pengang-kutan dan telekomunikasi memberikan kontribusi se-besar 0,49 persen atau lebih rendah dibanding periode yang sama pada tahun se-belumnya.
Di sisi lain, pengeluaran pemerintah pada triwulan pertama tahun ini yang ter-catat memberikan kon-tribusi sebesar 0,29 persen belum terlalu banyak ber-dampak bagi pertumbuhan ekonomi.
Hal ini mengindikasikan bahwa dana pembiayaan yang berasal dari pusat baik DIPA, DAU dan DAK belum seluruhnya turun untuk membiayai proyek-proyek yang direncanakan.(gra)
Laju Pertumbuhan Produk Domestik
Regional Bruto (PDRB) Per Sektoral (%)
Sektor Triwulan I 2005 Triwulan I 2006
Pertanian 4.79 7.06
Pertambangan 4.14 3.42
Industri Pengolahan 7.16 0.89
Listrik, Gas & Air Bersih 2.31 2.51
Bangunan 2.60 3.74
Perdagangan, Hotel 4.16 4.57
Angkutan, Komunikasi 5.68 2.76
Keuangan 4.57 4.82
Jasa 1.67 2.98
PDRB 4.34 4.13
Sumber : BI Manado
|
|