|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Polda sidik belasan honda siluman
Panitia dan Pejabat Ketar-ketir
|
Dugaan rekayasa tenaga ‘honda’ (honorer daerah) yang lulus seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Kabupaten Minahasa, ternyata bakal membawa petaka bagi sejumlah panitia penjaringan dan pejabat yang ada dijajaran Pemkab.
Pasalnya, pihak Polda Sulut sudah mulai merespons penge-luhan dan informasi honda silu-man, baik melalui SMS (Short Message Service) maupun ung-kapan secara lisan warga.
Rabu (19/04) kemarin petugas dari Polda terlihat mulai mene-lusuri kasus honda tersebut dengan mendatangi Kantor Bupati dan Kantor Badan Kepe-gawaian Daerah (BKD) sebagai pusat penerimaan CPNS bebe-rapa waktu lalu.
Hal ini langsung membuat sejumlah pejabat dan panitia CPNS di jajaran Pemkab ketar-ketir alias ketakutan. Dari infor-masi dan pemantauan Komen-tar kemarin, ternyata terdapat belasan tenaga honda yang lulus CPNS dicurigai mengguna-kan rekomendasi pegangkatan honda ‘aspal’ (asli tapi palsu) disejumlah dinas dan instansi.
Dalam penyidikannya kema-rin, tim Polda Sulut diketahui baru sebatas mendatangi Kan-tor Bupati dan Kantor BKD. Dan untuk menelusuri dinas/intansi yang telah berani mengeluarkan belasan maupun puluhan SK honda aspal, direncanakan akan dilakukan selama sepekan ini, sampai bukti-bukti dan pengakuan pejabat berwenang sudah bisa disimpulkan secara akurat.
Adapun sejumlah dinas/istansi yang bakal ‘diobok-obok’ tim Polda Sulut yakni, Kantor Kesbang, Dishub, PMD, RS-Samrat, Dinas Koperasi, Satpol PP, Dinas Pasar, Dinas Pariwi-sata, Diknas, Dinkes, PU, Dis-penda, sekretariat dewan, Din-sos, serta Infokom.
Sayangnya, salah seorang per-sonel tim penyidik Polda Sulut AKP Linus Kendek ketika dice-gat sejumlah wartawan, tidak bisa berkomentar banyak. Me-nurut Kendek, pihaknya hanya datang untuk menjalankan tugas. “Torang datang karena tugas, nyanda ada apa-apa,” kata Kendek.
Sementara itu, Kepala BKD yang juga sekretaris panitia CPNS Ny Marie Rotinsulu SE ketika ditemui kemarin, mem-benarkan adanya pemeriksaan tim Polda Sulut. Menurut Ny Marie, yang penting dalam se-leksi CPNS lalu, pihaknya sudah menjalankan tugas sebaik mungkin.
Dijelaskan mantan Camat Tondano Barat ini, saat ini diri-nya bingung dengan kehadiran tim Polda. Pasalnya, bukan ha-nya dua tenaga honda yang bakal dicoret atau diganti, tetapi sudah lebih berdasarkan lapor-an tim penyidik Polda, termasuk sopirnya.(pen)
|
|