|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Tuna Netra Protes tak Masuk Delegasi CPNS
|
Rabu (19/04), Stenly Wauran SH dan Herman Sondakh mewakili kalangan tuna netra menyatakan protes karena tak ada satu pun dari penyandang cacat yang masuk delegasi CPNS.
Kepada anggota DPRD Sulut Drs Steven Kandouw, Denny Tindas SE, James Sumendap SH, Ruddy Waney SSos, diutarakan bahwa harusnya ada perwakilan dari pe-nyandang cacat yang masuk de-legasi untuk menemui Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara (Menpan) Taufik Effendi, Kamis (20/04) hari ini.
Papar Wauran dan Sondakh, ini dikarenakan ada tiga orang tuna netra ikut penerimaan CPNS yang digelar tanggal 20 Maret lalu yakni mereka berdua dan Chyntia Mon-tolalu SH. Keikutsertaan dalam rekrutmen itu karena surat edar-an Menteri Sosial Bachtiar Cham-syah SE bahwa pelamar kerja dari penyandang cacat berhak men-dapatkan kuota satu persen.
Diungkapkan, harusnya juga menyertakan perwakilan pe-nyandang cacat yang ikut CPNS. Bukan hanya dua perwakilan dari 113 CPNS Bolmong lulus sehari dan kalangan dewan yang di-pimpin Gubernur Drs SH Sarun-dajang. Karena belajar dari penga-laman, saat hearing maupun da-lam setiap kesempatan tak ada pihak satu pun yang konsisten memperjuangkan kepentingan penyandang cacat alias kelompok ini selalu termajinal. “Kalau pe-nyandang cacat tak diakomodir, kami akan menempuh jalur hukum. Bagi yang mengabaikan aturan diancam kurangan enam bulan penjara dan denda Rp 200 juta,” tambah Wauran.
Menanggapi hal ini, menurut Drs Steven Kandouw, dirinya percaya dan optimis delegasi akan menyampaikan semua masalah ke Menpan. “Saya yakin delegasi akan menindaklanjuti semua masalah yang ada,” ujar Ben-dahara DPD PDIP Sulut ini.
Sementara itu, salah satu per-wakilan dari dewan Beny Rham-dani mengatakan, meskipun tak ada perwakilan dari penyandang cacat tapi dirinya berjanji akan memperjuangkan satu persen kuota tuna netra agar tiga orang yang mendaftar bisa diterima menjadi PNS. “Saya pribadi sangat berharap agar ada perwakilan dari tuna netra,”ujarnya.(tru)
|
|