HOME : FOOTBALL

Headlines News  

21 April 2006

 
NEWS CATEGORIES

 

KOMENTAR GROUP

(Football, Metro). Terbit 40 Hal.  Color-BW, Alamat: Kawasan Megamas Blok. B1 No:38 Phone: (0431) 879799,  Fax: (0431) 879798 

Sulut didesak tolak resmi RUU APP
Pendemo ‘Goyang Ngebor’ Kantor Gubernur dan DPRD


Mengatasnamakan 20 organisasi dari berbagai elemen masyarakat Sulut, ratusan pendemo yang didominasi oleh kaum perempuan, Kamis (20/04) siang kemarin, mendatangi Kantor Gubernur dan DPRD Sulut menyatakan penolakan terhadap RUU Anti Pornografi dan Pornoaksi (APP).
Dalam aksinya, para pen-demo ini cukup menarik per-hatian. Pasalnya sejumlah kaum hawa yang ikut, sempat memperagakan aksi goyang ngebor ala Inul yang ‘dicekal’ se-jumlah ormas di Jakarta. 
Sementara itu, dalam tuntu-tanya, para pendemo mende-sak agar Gubernur Sulut dan kalangan dewan mengambil sikap untuk menolak RUU APP. Sayangnya siang kemarin gubernur Sulut Drs SH Sarun-dajang sedang berada di luar daerah. Sehingga kedatangan pendemo yang menggunakan mobil trailer lengkap dengan sound system dan puluhan ken-daraan roda empat dan roda dua ini, hanya diterima Sek-prop Dr Johanis Kaloh didam-pingi Asisten II Drs Max Rain-tung, Karo Pemberdayaan Pe-rempuan Ir Greety Sumayku dan Karo Hukum Boy Watuseke SH. Di hadapan pendemo, Ka-loh menyatakan menerima aspirasi ini untuk kemudian dilaporkan kepada gubernur. Sementara mengenai desakan untuk penolakan, menurut Ka-loh harus dibicarakan terlebih dahulu dengan pihak DPRD untuk selanjutnya diteruskan ke pusat.
“Saya tidak punya kapasitas untuk menentukan sikap. Da-lam mekanisme birokrasi ada proses yang harus dilalui sebe-lum akhirnya menentukan sikap,” ujar Kaloh diplomatis. Saat didesak kapan pemprop akan menentukan sikap me-ngenai penolakan RUU ini, me-nurut Kaloh akan belum bisa ditentukan. “Pokoknya sece-patnya, saya tidak bisa tentu-kan kapan, karena saat ini pak gubernur masih di Jakarta,” je-lasnya.
Sebelumnya, sempat terjadi perdebatan antara pendemo dan pejabat pemprop. Pasalnya pendemo mendesak untuk ber-temu langsung dengan Kaloh, sementara menurut sejumlah pejabat yang ada, Kaloh tidak berada di kantor. Namun ak-hirnya setelah perdebatan yang alot, Kaloh bersedia menemui pendemo.
Dalam aksi demo yang terli-bang unik ini, disampaikan ora-si dan yel-yel penolakan RUU APP yang dianggap memasung kreativitas seniman serta tidak cocok diterapkan di Sulut. Bah-kan sebagai bentuk protes, pen-demo pun bersama menya-nyikan salah satu lagu dang-dut lengkap dengan goyangan dangdut oleh sejumlah perem-puan di atas mobil trailer.
Aksi demo ini diikuti oleh se-jumlah ormas antara lain KNPI Manado, KSBSI Sulut, Pemuda GMIM, GMKI, GMNI, GAMKI, Mitra gender, Legium Cristum, Brigade Manguni, Waraney, Ikatan Artis Sulut dan sejum-lah café yang ada di Manado. Bahkan terlihat sejumlah ang-gota DPRD Sulut yang ikut ser-ta dalam aksi ini antara lain, Mieke Nangka, Femmy Ma-mudi, Royke Tangkudung, Ja-mes Karinda. Sebelumnya, massa pendemo mendatangi DPRD Sulut. Di Sario, pengam-bilan keputusan penolakan ter-hadap RUU APP belum dilaku-kan dalam rapat paripurna, melainkan hanya melalui acara dialog. Itupun baru sebagian anggota dewan yang membu-buhkan tanda tangan yakni Wakil Ketua DPRD Sulut dari PDS Rosye Roeroe SSos, Ruddy Waney SSos, James Karinda SH, Ir Femmy Mamudi, Royke Tangkudung dan Sybert Maki STh. Pasalnya, Ketua DPRD Su-lut Syachrial Damopolii se-dang berada di luar Jakarta. 
Begitu juga wakil ketua dari PDIP Djenri Keintjem SH dan anggota lainnya sedang tak berada di tempat. Sementara personel Komisi B dan C se-dang hearing mengenai dana bergulir koperasi dengan Bank Sulut dan Pemprop Sulut. Na-mun begitu, semangat sejum-lah orator seperti Novita Um-boh SH, Richard Pangkey SPd, Franky Mocodompis SSos, Rini Malonda SP, Fanly Solang di back up refleksi dari teater pimpinan Axel Galatang, serta pengaturan aksi oleh Tommy Sampelan SE, Astrid Kumen-tas, Deddy Mokodongan, tetap tak surut untuk menyuarakan tuntutan mereka yakni mende-sak kepada DPRD Sulut agar mengeluarkan sikap resmi untuk menolak pemberlaku-kan RUU APP. 
Ketua DPRD Minut yang juga istri dari Wakil Gubernur Sulur Freddy Sualang, Ny Sus Pange-manan yang bertindak sebagai juru bicara saat membacakan pernyataan sikap pendemo menandaskan, dewan dan Pemprop Sulut harus segera menerbitkan surat penolakan.
Di sela-sela demo, Wakil Ke-tua DPRD Sulut Rosye Roeroe Sos mengatakan sebagai ben-tuk keseriusan maka meski-pun hanya beberapa anggota dewan saja yang bertanda ta-ngan menolak, sikap itu akan diperkuat dengan akan ada de-legasi dari dewan untuk be-rangkat ke Jakarta, Senin (24/04) pekan depan.(tru/vic) 

  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin