|
|
Alamat:
Kawasan Megamas Blok. B1 No:38 Phone:
(0431) 879799, Fax: (0431) 879798
|
|
![]() |
![]() |
|
Pastor Lucy Kumala Terpilih Nakhodai Woman Fellowship Asia
|
Setelah melalui pemilihan yang cukup ketat, akhirnya Pastor Lucy Kumala (Malaysia) resmi menggantikan posisi Rev Chua Yen Yen (Malaysia) yang sela-ma tiga tahun berturut-turut ini dipercaya sebagai Koordinator Woman Fellowship Asia. Pemili-han ini diselenggarakan di peng-hujung acara Asia Woman Con-ference, di Pantai Indah Kala-sey milik Keluarga Markadi-Tambuwun ini, Kamis (20/04).
Kumala dipilih setelah melalui sejumlah pertimbangan, anta-ra lain karena wanita ini diang-gap mampu menerima tongkat estafet kepemimpinan dengan kriteria pemahaman tiga ba-hasa yang dimiliki, yakni Indo-nesia, Inggris dan Mandarin.
Menariknya, Kumala sendiri dilahirkan dan besar di In-donesia. Namun karena telah menetap, melayani dan meni-kah di Sabah-Malaysia, maka dirinya pun menjadi warga ne-gara Malaysia.
Dengan menerima tugas mu-lia ini, dirinya mengaku akan berusaha bekerja sebaik-baik-nya. Karena itu, begitu terpilih, dirinya langsung menggagas sejumlah program penting demi tercapainya tujuan mulia Woman Fellowship Asia, yang meliputi pelatihan dan mem-persiapkan perempuan agar mampu menjadi pemimpin yang berkualitas, serta mem-beri perhatian pada migran worker di mana wanita pada sebagian besar negara Asia masih diperjualbelikan layak-nya budak.
Program lainnya, yakni me-nyosialisasikan dengan gencar tentang UU untuk mengatasi kekerasan terhadap perem-puan, serta memberi kesada-ran dan latihan terhadap pen-cegahan penyakit HIV/AIDS. “Empat program ini meru-pakan tugas yang akan saya lakukan selama tiga tahun berjalan,” ujarnya dengan aksen bahasa Malaysia.
Sementara itu, dalam acara ibadah penutupan yang dipim-pin oleh Ruth Scheifer (Jer-man) melalui kotbahnya me-ngatakan, perempuan harus menyadari peranannya dan peduli dengan lingkungan se-kitarnya, mau menolong dan memberikan jalan keluar da-lam setiap persoalan yang dihadapi sesama.
Selanjutnya, masih dalam kesempatan yang sama, Ketua WKI GMIM Ariane Frederik Nangoy SE menyampaikan agar konferensi ini dapat menjadi semangat bagi kaum wanita untuk merespons semua program yang ada, khususnya menyangkut isu-isu trafficking dan HIV/AIDS yang selama ini getol disosialisasikan hingga ke semua tingkatan.
Sementara itu, Ketua Panitia dr Herlina Damongilala Siwu, Sekretaris Pdt Krisse Rotti Gosal STh dan Bendahara Jane Scipio SPd mengatakan, berdasarkan rekomendasi dari panitia perumus, ada sejumlah agenda yang nantinya akan dibawa pada General Assembly yang dilaksanakan di GMIM Kristus (21-26) besok.
Sementara itu, dengan diiringi lagu ‘Mangemo Sako Mangemo’, seluruh peserta dan panitia yang terdiri dari 50 orang ini saling melambaikan topi seba-gai tanda perpisahan, namun akan bertemu kembali di lain waktu dan kesempatan. Tak lu-pa juga hasil kerajinan Sulut se-perti kain Bentenan dan kor-sase dari cengkih menjadi sou-venir cantik untuk mengingat keramahan dan hasil pertanian masyarakat yang ada.(helda)
|
|