|
|
Alamat:
Kawasan Megamas Blok. B1 No:38 Phone:
(0431) 879799, Fax: (0431) 879798
|
|
![]() |
![]() |
|
Soal ‘pencekalan’ masuk istana
Sudi Tuding Amien Sebar Fitnah
|
Seskab Sudi Silalahi menu-ding mantan Ketua MPR Amien Rais telah menyebarkan fitnah terkait isu pencekalannya bersama Wiranto dan Try Soe-trisno ke Istana Negara. Pre-siden SBY dipastikannya tidak pernah mencekal Amien cs masuk istana.
Hal itu disampaikan Sudi menjelang pertemuan Presiden SBY dengan Eminen Person Group (EPG) ASEAN di Istana Tampak Siring, Gianyar, Bali, Kamis (20/04). “Ketika kita laporkan hal tersebut ke pre-siden tadi pagi (kemarin pagi, red) di Halim dengan kawan-kawan, itu presiden juga kaget. Subhanallah, beliau katakan nauzubillah Pak Amien kok fitnah, karena nggak ada kita tolak beliau masuk istana,” kata Sudi.
Jadi, imbuh Sudi, Presiden SBY benar-benar terkejut de-ngan isu tersebut. Sebab Presi-den menganggap semua agenda penting, tidak ada yang tidak penting. “Semua agenda pak presiden itu penting,” kata dia.
Sebetulnya, ungkap Sudi, da-lam pertemuan antara Try Soe-trisno dengan Mensesneg Yusril Ihza Mahendra Rabu pukul 21.00 WIB lalu, telah dirancang rencana pertemuan dengan Presiden SBY. “Makanya kita kaget kalau ada statemen seolah-olah menolak Pak Amien masuk istana,” kata Sudi.
Sejumlah politisi sedianya akan bertemu Presiden SBY. Namun dengan alasan kesibu-kan, pertemuan pun batal. Me-reka pun mengirimkan surat masukan ke presiden secara tertulis. Surat itu secara khu-sus ditandatangani oleh Try Su-trisno tertanggal 19 April 2006. Lampiran yang dikirim itu terdiri dari lima halaman yang isinya antara lain menyinggung mengenai persoalan Blok Cepu yang diserahkan ke Exxon-Mobil. Selain itu juga dise-butkan perlunya amandemen UU Migas.
Sementara itu mengenai gera-kan kemandirian dan martabat masa depan bangsa yang akan digelar Amien Rais pada 20 Mei nanti, Sudi mengatakan, pe-merintah tidak akan mela-rangnya. “Kita tidak punya hak melarang bertemu. Kami tidak punya hak untuk melarang bertemu apalagi perkembangan demokrasi kita seperti begitu. Selama tidak melanggar hukum saya kira itu oke-oke saja,” katanya.(dtc/*)
|
|