|
Jika
Ada Unsur Intimidasi
Pertandingan Babak Kedua PSM-Persmin akan Diulang
|
KEMENANGAN 3-1 PSM Makassar atas Persmin Minahasa dalam lanjutan pertandingan Liga Djarum 2006 di Stadion Mattoangin, 9 April lalu bisa dianulir jika ada unsur intimidasi yang dilakukan pihak tuan rumah. Untuk itulah Komisi Disiplin (Komdis) PSSI akan menyelidiki kasus ini secepatnya.
"Kami masih mengumpulkan bukti-bukti yang diperlukan. Jika terbukti pertandingan babak kedua dilangsungkan karena ada pemaksaan atau intimidasi, pertandingan babak kedua akan diulang," terang Ketua Komdis Togar Manahan Nero usai sidang yang antara lain dihadiri oleh DJoko Driyono, Mahfudin Nigara dan Ronny Patinasarni, Kamis (20/4).
Pertandingan antara dua tim papan atas mendapat perhatian Komdis karena sejumlah penonton memasuki lapangan saat babak kedua akan berlangsung. Namun, panitia dan pengawas pertandingan tetap melanjutkan pertandingan. "Ini yang kali kedua penonton yang menyaksikan laga PSM di Stadion Mattoangin masuk ke lapangan. Pada hal dalam peraturan pertandingan tidak boleh ada penonton masuk ke lapangan," terang Togar.
Atas kejadian tersebut, PSM diwajibkan untuk menjalani partai usiran tanpa penonton kala menjamu PKT Bontang 30 April mendatang dan membayar denda sebesar Rp 50 juta. "Hukuman kami berikan dengan merujuk pasal 28 ayat 7 dan pasal 29 ayat 4 peraturan komisi displin," ujarnya.
Menurut dia, keputusan tersebut sudah final. Kata Togar, pihaknya tinggal melanjutkan penyelidikan apakah pertandingan babak kedua itu dilanjutkan dalam tekanan atau intimidasi.
Di babak pertama dua tim bermain imbang 1-1. Di babak kedua tim Juku Eja berhasil menambah dua gol sehingga pertandingan berkahir 3-1. "Kalau ada unsur intimidasi di 45 menit kedua, maka dua gol kemenanga PSM itu tidak diakui," ungkap Togar.
Mengenai masalah ini, Badan Liga Indonesia (BLI) tetap mengakui hasil akhir 3-1. "Sebelum ada keputusan Komdis, berarti hasil sebelumnya itu sah. Jika kemudian terbukti ada intimidasi di babak kedua dan pertandingan harus diulang, BLI akan mengikuti keputusan Komdis," ujar manajer kompetisi BLI Djoko Driyono, yang juga dikenal sebagai wakil ketua komdis.
Sementara itu, Manajer Persmin Ricky Pontoh kepada Komentar dari Jakarta tadimalam menjelaskan, Persmin dipanggil Komdis kemarin sebagai saksi. “Kami sendiri tidak melakukan protes atas melubernya penonton sampai pinggir lapangan itu. Tapi, apapun putusan Komdis akan kami terima termasuk siap bila diwajibkan partai ulangan untuk babak kedua itu,” katanya.
(*/dni)
|