|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Hubungan Eksekutif dan
Legislatif Minsel Retak?
|
Demi majunya pembangunan di Kabupaten Minsel, hubungan antara eksekutif dan legislatif harus harmonis serta terlepas dari kepentingan. Namun kenyataan yang terjadi belakangan, menurut penilaian kalangan LSM dan tokoh masyarakat, sepertinya hubungan tersebut sudah tak ada lagi.
Sebagai bukti, tiga kali surat undangan hearing dialamatkan legislatif ke eksekutif, sehubu-ngan adanya laporan penyim-pangan dalam proses peneri-maan CPNS Minsel dan masa-lah kepegawaian lainnya, na-mun tak diindahkan. Tak satu pun eksekutif yang hadir alias bersikap kumabal.
“Mau jadi apa Kabupaten Min-sel, kalau hubungan pemkab dan dewan sudah tak harmonis lagi. Hearing saja tak satu pun dari pemkab yang hadir. Begitu juga dewan, di sini kami lihat hanya jago gertak yang mana menampakan ke publik bahwa mereka ini (dewan, red) ada kepedulian dengan aspirasi masyarakat,” tukas Ketua dan Sekretaris Aliansi Pemuda dan Masyarakat Sapa, Saldy Monigi dan Hasdy, Kamis (20/04) ke-marin.
Dikatakan Monigi dan Hasdy, hubungan yang tak harmonis mulai terlihat pada saat pasca pengumunan hasil seleksi CPNS. “Kini kami lihat, pasca pengumuman hasil seleksi CPNS, eksekutif tertutup kepa-da dewan. Sementara dewan hanya jadi macan ompong,” tandas keduanya.
Sementara itu, Decky Mintje, tokoh masyarakat Kelurahan Bitung Kecamatan Amurang dan Janny Tilaar SPi, tokoh pe-muda Kelurahan Uwuran Dua Kecamatan Amurang, ketika di-mintai tanggapan secara ter-pisah, menuding antara legis-latif dan eksekutif telah terlibat konspirasi. “Hubungan legis-latif dan eksekutif biasa-biasa saja. Tapi dibalik itu kami men-duga, kedua pihak ini ada kons-pirasi dalam hal ini mengisi 24 formasi CPNS yang belum terisi itu,” tutur Mintje dan Tilaar.
Sementara Bupati Minsel Drs Ramoy M Luntungan mengata-kan bahwa selama ini hubu-ngan antara pihaknya dengan dewan baik-baik saja. “Kalau soal undangan hearing, saya baru sekali menerima surat-nya. Dan suratnya ditujukan ke eksekutif bukan ke BKD se-bagaimana telah diberitakan di koran. Dewan mengundang pa-da Jumat (hari ini, red), kami ikut hearing. Jadi saya akan tu-runkan panitia penjaringan CPNS Minsel serta tim baper-jakat untuk hadiri hearing de-ngan dewan,” jelas Luntungan, kemarin, usai menghadiri aca-ra pelantikan 16 camat sebagai PPAT sementara di Minsel.
Secara terpisah, sejumlah le-gislator Minsel masing-masing Ivan Rumokoy, Harvey Tewal SH dan Markus Sengkey SmH juga menampik bahwa hubu-ngan institusi mereka dengan pemerintah sudah tak harmo-nis. “Siapa bilang retak, tidak benar itu,” elak ketiganya.(jok)
|
|