|
|
|
![]() |
![]() |
|
Dra Marlyn Taroreh
Sebuah Pengakuan Terbuka
|
BOLEH jadi, nama Dra Marlyn Taroreh merupakan sosok yang terbilang cukup banyak menyita perhatian selama beberapa waktu terakhir. Pengangkatannya sebagai Kepala Sekolah SMA Negeri I Manado memancing respons berbagai kalangan. Alasannya, yang bersangkutan sebelumnya hanyalah seorang kepala sekolah SDN 120 Manado.
Dalam kesempatan berbincang dengan Komentar, di Manado, Marlyn Taroreh pun membeber sebuah pengakuan. Katanya, dia memang hanya pernah menjadi tenaga pengajar di SMEA 1 Manado pada tahun 1991. Itu pun hanya sebagai tuntutan untuk memenuhi persyaratan pendidikannya di IKIP Manado. Saat mengambil gelar sarjana di perguruan tinggi tersebut statusnya sebagai mahasiswa izin belajar. “Karena itulah saya diharuskan mengajar di salah satu sekolah yang ada di Manado dan dipilihlah sekolah tersebut,” ujarnya.
Soal kemudian dia dilantik jadi Kepsek SMA Negeri I, dia mengatakan itu adalah kebijakkan pimpinan yang mengangkat dirinya sebagai kepala sekolah. Bahkan saat dirinya diminta untuk memasukan curikulum vitae, dia mengisi sesuai apa yang diminta. Seperti masalah pendidikan dan status dirinya sebagai guru itu sendiri. “Saya tidak salah dalam mengisi formulir yang diajukkan oleh pihak Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat), karena itulah yang saya alami dan saya lakukan selama ini,” tandasnya.
Bagi lulusan IKIP Manado tahun 1992 ini, perbedaan antara pendidikan di SD dan sekolah menengah memang ada. Namun dari segi managemen sekolah, sekolah pimpinan sekolah dasar yang paling banyak mengetahui permasalahan baik administrasi sekolah maupun administrasi pendidikan.
Menyikapi permasalahan kepemimpinan yang ditujukan pada dirinya apalagi setelah dilantik sebagai Kepsek SMAN 1 Manado, Taroreh mengatakan, semua itu adalah riak-riak positif yang mengkritik dirinya. Bahkan dia mengakui kalau kritikkan terutama masalah-masalah yang dilemparkan pada dirinya merupakan satu motifasi dirinya untuk membangun dunia pendidikan khususnya di sekolah yang dia pimpin lebih maju kedepan.
“Marilah kita belajar dari ketidak senangan orang lain, terlebih lagi kritikkan dan cemooh orang lain. Dari situ kita bisa belajar dan mengetahui apa yang sebenarnya mereka inginkan. Tetapi semua itu haruslah mendasar jangan hanya menyudutkan seseorang hanya satu kepentingan,” katanya.
Dikatakannya, masih banyak permasalahan pendidikan yang perlu dilakukan perbaikkan, terutama bagaimana pelaku pendidikan dapat memajukan dan meningkatkan mutu pendidikan yang ada sekarang ini. Menurut dia, berikanlah kesempatan pada mereka yang dipercayakan untuk memimpin satu institusi terlebih lagi institusi pendidikan. “Bagaimana orang bisa berkarya kalau orang tersebut belum melakukan satu pekerjaan yang dapat dinilai secara menyeluruh,” katanya.
Karena itu, katanya lagi, marilah melihat lebih jauh terutama bagaimana memajukan pendidikan itu sendiri. Apalagi dirinya telah mengikuti berbagai pelatihan terkait dengan kepemimpinan sebagai kepala sekolah. Karenanya untuk memimpin di jenjang pendidikan yang lebih tinggi dirinya yakin dapat melakukan tugas yang diembannya. Karenanya dia berharap dukungan dari semua institusi pendidikan, orang tua siswa, guru-guru, siswa bahkan dari pimpinan sekolah sebelumnya.(alex)
|
|