|
|
Alamat:
Kawasan Megamas Blok. B1 No:38 Phone:
(0431) 879799, Fax: (0431) 879798
|
|
![]() |
![]() |
|
Mukjizat itu terungkap lewat uluran tangan Tim YBI
Pasien ‘Face Off’ Asal Bitung Dioperasi di AS
|
Kalau di Surabaya ada Lisa yang menjalani operasi face off, ternyata di Sulut juga ada operasi cacat tubuh akibat luka bakar yang parah. Dia adalah bocah berumur 9 tahun asal Kota Bitung, Vino Umpung.
Kulit wajah, tangan dan dada Vino, rusak parah akibat terkena ledakan dari kaleng berisi thinner (minyak yang biasa dicampur cat) setahun lalu. Kor-ban yang tinggal di Kelurahan Wangurer, Lingkungan II, RT 7 ini, saat terkena ledakan, kondisinya sangat pa-rah. Di bagian pipi hampir seluruhnya melepuh. Parah-
nya, bibir dan dagu menyatu dengan dadanya, sehingga tak kelihatan lagi leher bocah ini.
Tangan kanannya juga ha-ngus terbakar sehingga melekat pada badannya yang penuh luka bakar. Tapi siapa sangka, Vino kini sudah bisa ceria lagi. Sebuah Yayasan Berkati In-donesia (YBI) yang membawa misi penginjilan dan pelayanan kemanusiaan, ternyata sangat peduli dengan masa depan Vino yang membawa bocah tersebut ke Amerika Serikat untuk di-operasi.
“Dua bulan lagi, operasinya sudah selesai dan Vino bisa kembali,” ujar Dr Jeff Hem-mond, pimpinan YBI. Menu-rutnya, yang pertama mene-mukan Vino, tim dari Ester dan Pitter Scabra. YBI kemudian, mencari akses ke luar negeri, rumah sakit mana yang sanggup mengoperasi wajah Vino. “Ada dua yang bersedia, yakni Mayo Clinic dan Gross-man Burn Center di Los Angeles (LA),” ungkapnya.
Yang menarik, misi kema-nusian yang diemban YBI ini, ternyata petugas medis dari Grossman Burn Center tidak membebankan biaya operasi. Tak hanya itu, lanjutnya, komu-nitas yayasan kemanusiaan lainnya, gereja serta warga Ka-wanua di LA ikut memberikan perhatian selama Vino yang didampinginya ayahnya men-jalani operasi.
“Biaya operasi wajah ini bisa mencapai US$800 ribu. Tapi berkat topangan pihak-pihak yang sangat peduli dengan misi kemanusiaan ini, semuanya bisa teratasi,” tukasnya.
Selain Vino dari Bitung, YBI juga sempat membantu korban face off lainnya dari Desa Pasa, Tobelo yakni Yulce Dailany (11). Korban ini terkena ledakan lampu petromax, bulan Sep-tember 2005 lalu. Hampir sama dengan Vino, wajah Yulce tampak tak beraturan. Bibirnya menyatu dengan dadanya, de-ngan sekujur badannya mele-puh. Yulce sendiri sudah selesai dioperasi di AS, dan telah kem-bali ke desa asalnya, dan bisa bersekolah lagi.
Padahal sebelum ditemukan YBI, Yulce kerap minder dan disingkirkan dari pergaulannya. ‘’Bahkan tim kami menemu-kannya di bawah meja waktu itu,’’ ungkap Hammond. Saat itu, kondisi Yulce sangat mem-prihatinkan. Bahkan kondisi tubuhnya merosot jauh, karena korban sudah sulit makan. Namun berkat uluran tangan YBI, Yulce berhasil disela-matkan dan kembali bisa menikmati masa depannya. Ini sebuah mukjizat bagi Vino dan Yulce, yang berasal dari ke-luarga kecil dan kurang mam-pu, yang kemudian disentuh melalui YBI, sehingga bisa men-jalani operasi yang harganya sulit dijangkau oleh keluarga Yulce dan Vino.
Hammond sendiri mengata-kan, YBI siap mengulurkan bantuan bagi mereka yang senasib dengan Vino dan Yulce, namun tidak mampu berobat. Dikatakannya, transformasi itu bukan hanya di dalam hati nurani, namun diwujudkan dalam uluran tangan untuk membantu kehidupan manu-sia.(sel/*)
|
|