|
|
|
![]() |
![]() |
|
Sulut Kekurangan Vaksin Rabies
|
Penanganan penyakit rabies di Sulut dikhawatirkan bakal tak berjalan maksimal. Salah satu kendala yang dihadapi adalah masalah keterbatasan vaksin rabies di daerah ini. Pasalnya, dari 450 KIR (paket vaksin rabies yang masing-masing berisi empat vaksin) yang dibutuhkan, saat ini yang tersedia hanya 350 KIR saja.
Demikian dikatakan Kepala Sub Dinas Penanganan Penya-kit Menular (P2M) Dinas Kese-hatan Sulut, dr George Leng-kong, Jumat (21/04) kemarin. “Saat ini kita kekurangan 100 KIR vaksin rabies karena sebe-narnya dibutuhkan sekitar 450 KIR untuk keseluruhan Sulut, namun yang tersedia saat in hanya 350 KIR,” katanya.
Untuk mengatasi masalah kekurangan vaksin ini, lanjut Lengkong, pihaknya mengha-rapkan peran dari setiap ka-bupaten/kota untuk bersedia menyiapkan masing-masing 10 KIR. “Ini dimaksudkan supaya stok vaksin kita tetap akan mencukupi,” ujarnya.
Pada bagian lain, ketika di-singgung soal penyaluran vaksin rabies ke daerah-dae-rah, Lengkong menyatakan hingga saat ini belum ada ken-dala berarti yang dihadapi pi-haknya. Ditambahkan, ma-syarakat juga proaktif menyi-kapi bahaya penularan penya-kit rabies, antara lain dengan segera melapor secepatnya ke puskesmas atau RS terdekat bila digigit hewan, utamanya anjing dan kucing, untuk pe-nanganan awal. “Dan hewan yang menggigit jangan lang-sung dibunuh demi pende-teksian lanjut,” kuncinya.(tr-2)
|
|