|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
GMIM Usung Trafficking
di Continental Assembly
|
Trafficking atau perdagangan perempuan dan anak di Bumi Nyiur Melambai ini, merupakan masalah yang krusial, yang belakangan ini mengalami peningkatan cukup signifikan. Karenanya sebagai warga gereja, perlu merespon masalah ini dan turut peduli dalam penanganan.
Pasalnya, korban trafficking ini makin meluas dan mera-jalela tanpa memandang wila-yah, mulai dari kota hingga ke desa-desa. Dan korbannya bu-kan saja kena pada orang-orang yang acuh namun juga warga gereja. “Bertolak dari persoalan inilah GMIM harus menunjukkan kepedulian. Antara lain telah dijawab oleh WKI yang bekerjasama dengan Biro Pemberdayaan Perem-puan telah melakukan sosiali-sasi di berbagai tingkatan. Dan selanjutnya isu trafficking ini akan dibawa ke forum Con-tinental Assembly,” ujar Se-kretaris Asia Woman Con-fference Pdt Krisse Rotti Gosal kepada Komentar dalam penutupan kegiatan, Kamis (20/04).
Selain masalah trafficking, migran worker yang terjadi di Hongkong maupun tindak ke-kerasan terhadap perempuan khususnya kekerasan dalam rumah tangga juga tak luput dari sorotan.
Sementara itu, dalam acara penutupan ini, peserta yang hadir juga diperkenalkan se-kaligus dipromosikan dengan hasil karya ketrampilan WKI yang meliputi kain tenun Bentenan yang berasal dari serat kulit kayu, serat nenas, serat pisang dan serat pohon bambu dengan tujuh motif. Bahkan peserta juga turut diajak untuk meninjau lokasi pembuatan korsase bunga cengkih yang ada di desa Kakaskasen. Di mana bunga cengkih ini melambangkan kehidupan masyarakat Mina-hasa yang sebagaian besar merupakan petani ceng-kih.(eda)
|
|