|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Continental Assembly Bahas Isu Hangat dari 15 Negara
|
Jemaat GMIM Kristus, Jumat (21/04) kemarin menjadi perha-tian dunia. Pasalnya, pada ke-sempatan ini telah hadir sekitar 15 negara yang tergabung dalam Continental Assembly Asia Fellowship of Mission 21 Partners, antara lain Jerman, Jepang, Taiwan, Hongkong, Ko-rea, Malaysia, India, Basel Swiss, dan Indonesia termasuk juga sejumlah rekanan yang meliputi Afrika, Amerika Latin dan Eropa.
Kegiatan yang rencananya bakal dilangsungkan hingga Rabu (26/04) ini, menurut Se-kretaris Panitia Pelaksana Pdt M Tumiwa Mawuntu STh MSi bakal membahas berbagai isu hangat dari seluruh negara peserta. “Dalam pertemuan ini agenda utama yang akan dibahas adalah menyangkut berbagai isu-isu ha-ngat dari seluruh negara peserta. Yang meliputi masalah lingku-ngan, sosial dan pertumbuhan gereja. Bahkan program dari pe-rempuan dan pemuda yang diawali dengan pelaksanaan kon-ferensi. Selain itu, kegiatan lain dari sidang ini adalah mengada-kan pertemuan dengan pemerin-tah propinsi, Pemkot Manado dan Pemkab Kabupaten Mina-hasa serta melakukan ibadah bersama dengan Jemaat GMIM Tanjung Parigi wilayah Buna-ken,” terangnya kepada warta-wan kemarin.
Lebih lanjut, Tumiwa mengata-kan bahwa Mission 21 merupa-kan lembaga Protestan yang ber-tempat di Basel Swiss yang terdiri dari 30 rekanan yang berada di wilayah Asia, Afrika, Amerika Latin dan Eropa. Dan dalam iven ini mereka juga akan turut ambil bagian.
Senada dengan itu, Ketua Panitia Pdt Nico Ph Kolibu STh MSi, dalam kesempatan yang sama juga me-ngatakan bahwa peserta Conti-nental Assembly usai pembukaan dilanjutkan dengan pemaparan visi dan misi dari Mission 21 oleh Walter Luessi dan Madeleine S Jacoubs. Selain itu, Presiden Asia Felloship Pdt Dr Nico Gara juga menyam-paikan laporannya.
Sementara itu, Wakil Ketua BPS GMIM Bidang Misio Pdt Roy Tama-weol ThM, dalam ibadah pembu-kaan mengatakan bahwa peka-baran injil pada dasarnya sangat memerlukan kebersamaan. Sebab gereja dipanggil bukan untuk men-jadi pemecah melainkan menjadi pemersatu. Karena itu gereja bukan hanya sekedar bicara sorga saja, melainkan juga menyangkut kese-lamatan jiwa manusia. “Bagaimana supaya orang lain tahu bahwa kita mempunyai peranan ini. Yakni dengan menjangkau yang terhilang dan membawanya pada jalan ke-selamatan,” ujarnya seraya me-ngutip Roma 12:6-16.
Di sisi lain, setelah sehari mem-bahas berbagai masalah, para peserta kemudian diajak untuk bertandang ke Rudis Walikota Manado Jimmy Rimba Rogi SSos untuk dijamu.(eda)
|
|