HOME : FOOTBALL

Berita Opini Pembaca dan Redaksi 

22 April 2006

 
NEWS CATEGORIES

 

KOMENTAR GROUP

(Football, Metro, Politix).

Terbit 40 Hal.  Color-BW 

Alamat ; Jl. Sam Ratulagi No.162 Manado  95111 Phone: (0431) 851030 (Hunting)  Fax (0431) 851031 (Redaksi), (0431) 850955 (Merketing) 

Janji yang Ditunda


PERJUANGAN tak kenal lelah yang ditempuh 113 peserta Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Bolmong waktu lalu yang sempat diumumkan lulus di media massa, namun keesokan harinya dianulir kembali karena perbedaan data yang diambil media di komputer dengan hasil print out yang dikeluarkan pemprop, akhirnya membuahkan hasil. 
Hasil tersebut juga berkat perjuangan petinggi Sulut yang dipimpin Gubernur SH Sarundajang langsung membawa permasalahan CPNS yang tak diakomodir ke pemerintah pusat.
Bahkan Gubnernur SUlut dan timnya langsung menghadap Menteri Pedayagunaan Aparatur Negara (Menpan) menyampaikan permasalahan tersebut. Al hasil, Menpan Taufik Effendi langsung mengadakan pertemuan dengan delegasi dari Sulut tersebut, dengan hasil 113 CPNS yang tak terakomodir pada penerimaan CPNS tahun 2005 yang dilaksanakan pada Februari 2006 lalu tetap akan diangkat. Namun pengangkatannya dimasukkan dalam penerimaan kuota tahun penerimaan CPNS tahun 2006 di bulan Oktober nanti.
Permasalahannya sekarang, perjuangan peserta CPNS tersebut memang membuahkan hasil namun pemerintah memberikan janji dengan menunda pengangkatan mereka pada kuta pengangkatan tahun 2005 yang dilaksanakan pada Pebruari 2006 lalu.
Dituntut nantinya oleh peserta CPNS yang tak diakomodir waktu pengangkatan lalu, apakah benar mereka akan diakomodir pada penerimaan mendatang? Apakah mereka tidak harus melalui tes dan kemudian masuk dalam kuota yang telah ditetapkan pemerintah?
Seharusnya mereka diakomodir dengan syarat yang menjadi pegangan peserta CPNS. Seperti mereka masuk dalam kuota pada penerimaan mendatang dan harus tidak melalui tes penerimaan. Ini dimaksudkan agar perjuangan peserta CPNS tersebut benar-benar membuahkan hasil yang maksimal dan mendapat perhatian dari pemerintah. Kalau hanya diakomodir dan hanya dimasukkan dalam kuota pengangkatan Oktober mendatang, dan tidak jelas jalurnya ini sama saja dengan janji pemerintah yang ditunda tanpa ada kejelasan status mereka.
Namun kita patut bersyukur, ternyata pemerintah tidak membiarkan masyarakatnya terbengkalai begitu saja hanya karena kesalahan data komputerisasi. Pemerintah yang memperhatikan masyarakat adalah pemerintah yang benar-benar memperhatikan kesejahteraan orang lain tanpa memikirkan kesejahteraan diri sendiri.(***)
Apakah Pejabat Berkualitas 
Punya Moralitas

 
  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin