|
|
Alamat:
Kawasan Megamas Blok. B1 No:38 Phone:
(0431) 879799, Fax: (0431) 879798
|
|
![]() |
![]() |
|
Me’ra Waruga di Tomohon sedot ribuan penonton
Peristiwa Aneh Warnai Pemindahan Kubur Dotu
Makal
|
ACARA adat Me’ra Waruga (Pemindahan Waruga, red) Sabtu (22/04) lalu di Kelurahan Woloan, Kecamatan Tomohon Tengah, berlangsung lancar. Prosesi ini didahului acara adat yang dipimpin kurang lebih 16 orang Tonaas guna meminta pertolongan Yang Maha Kuasa dan izin-Nya. Menariknya, Me’ra Waruga ini turut dihadiri sejum-lah undangan dan disaksikan ma-syarakat yang mencapai ribuan orang, termasuk turis manca-negara.
Meski begitu, hujan yang me-ngguyur hampir seluruh wilayah Tomohon termasuk Woloan Sab-tu itu, sempat menunda prosesi Me’ra Waruga yang direnca-nakan Pukul 15.00 Wita. Pro-sesi itu sendiri baru terlaksana Pukul 17.00 Wita. Prosesi pe-mindahan kuburan batu ini di-awali dengan mencari tahu pe-milik waruga lewat ritual arwah.
Setelah melalui ritual arwah, barulah diketahui pemiliknya, yakni Dotu Makal.
Selanjutnya adat peminda-han ditandai pembakaran ke-menyan dan serabut kelapa di lokasi diiringi alunan musik bambu, tarian kabasaran, maengket dan musik kolin-tang, dilanjutkan dengan pe-motongan kurban, yakni se-ekor babi hitam.
Tua-tua adat yang berjumlah sekitar 9 orang, kemudian me-ngeluarkan hati babi yang disembelih. Dari hati babi, para tua-tua di Kota Tomohon ini meramal ikhwal yang akan terjadi di Tomohon pada 2006 ini. Dengan menggunkan ba-hasa Tombulu, mereka mera-mal hati yang dikeluarkan dari babi itu baik, pertanda restu untuk memindahkan waruga. Selain itu pemimpin atau pe-merintah Kota Tomohon yang saat ini dipimpin oleh Walikota Jefferson SM Rumajar SE, se-panjang tahun ini akan diber-kati oleh Opo Empung.
Sekitar pukul 17.30 WITA, tua-tua adat ini menuju ke wa-ruga milik Dotu Makal. Setelah membacakan doa-doa, seke-lompok orang berseragam me-rah (para malikur =pengangkut) berusaha mengangkat waruga dan dipindahkan sekitar 50 meter ke tempat yang baru, bersama dengan waruga lain yang telah tertata. Namun pe-mindahan ternyata menyita waktu yang cukup lama dan baru berakhir sekitar pukul 19.30 WITA.
Kuat dugaan, lambanya pro-ses tersebut diakibatkan Wa-ruga yang ditaksir hanya ber-bobot 200 Kg ketika itu ‘dimuati’ kekuatan-kekuatan mistis yang ingin menguji kekuatan cucu-cucu buyut-nya, demikian kata seorang To-naas. Sebab logikanya, dengan berat 200 Kg, waruga itu bisa diangkat empat sampai lima orang. Namun faktanya, para pemikul tertatih-tatih dan se-perti menerima beban yang sangat berat ketika melakukan tugasnya.
Pasalnya, ketika ‘topi’ waruga diangkat, 44 orang berbadan besar yang memikul dengan menggunakan bambu dan tali, harus beberapa kali terhenti. Tak heran ada bisik-bisik di antara warga. “Kalo rupa susah mo angkat bagini, bisa jadi prosesi upacara adat tadi sore ada yang salah stou,” dugaan seorang penonton.
Kemudian atas saran seorang tonaas, mereka kemudian kembali mengangkat badan waruga bersama-sama topi atau atapnya, barulah waruga itu terangkat dan prosesi pe-mindahan selesai, meski harus memakan waktu sekitar dua jam lebih.
Terlepas dari berbagai ham-batan, Ketua Pakasaan Tom-bulu sekaligus pemrakarsa acara tersebut, Linneke Syenni Watoelangkow mengatakan, itu hanyalah sebagian dari ha-langan yang harus ditem-puhnya.”Walau terdapat re-sistensi-resistensi terhadap ritual ini, tapi saya bangga sekali karena kurang lebih 9000-an masyarakat hadir me-meriahkan acara adat ter-sebut,” tukas Wakil Walikota Tomohon ini.
“Tujuan utama Me’ra Waruga merupakan salah satu usaha konservasi budaya yang ujung-ujungnya adalah untuk ke-pentingan masyarakat semata, pelestarian budaya seperti ini akan terus saya lakukan seba-gai representasi pengabdian kepada masyarakat Minahasa pada umumnya dan Tomohon secara khusus,” tambah Wa-toelangkow.
DR Ir Julius Pontoh, Sekjen Pakasaan Tombulu memper-kuat pernyataan tersebut. “Lo-kasi ini diyakini sebagai kam-pung tua Woloan, view-nya sa-ngat menarik, ditambah de-ngan Amfi Theatre dan fasilitas-fasilitas wisata yang sedang di-bangun, dengan adanya konser-vasi ini, memudahkan para pe-ngunjung untuk melakukan per-jalanan wisata budaya”.(bov/dav)
|
|