HOME : FOOTBALL

Headlines News  

24 April 2006

 
NEWS CATEGORIES

 

KOMENTAR GROUP

(Football, Metro). Terbit 40 Hal.  Color-BW, Alamat: Kawasan Megamas Blok. B1 No:38 Phone: (0431) 879799,  Fax: (0431) 879798 

Hasyim Muzadi Gereja Terlibat Separatisme Papua


Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi menuding, adanya keterlibatan pihak gereja dalam upaya pemisahan wilayah Papua dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Hal itu diungkapkan Dubes Indonesia untuk Aus-tralia Hamzah Thayeb pada raker di DPR.
“Kalau ada keterlibatan pihak gereja, itu bukan hal baru, ka-rena dulu hal itu juga terjadi di Timor Timur,” kata Hasyim sebelum menerima rombongan Sekjen Uni Eropa Havier So-lana di kantor PBNU Jakarta, Jumat (21/04), sebagaimana dilansir christianpost.com.
Namun, Hasyim Muzadi lebih senang menyebut oknum gereja daripada institusi gereja di Papua yang melakukannya. Keyakinan Hasyim didasari pengalamannya, saat meng-hadiri sidang Dewan Gereja-gereja Dunia di Brasil, Maret 2006. Menurut Hasyim, pada pertemuan tersebut, tiga dari 16 pendeta utusan yang da-tang dari gereja Papua, secara terang-terangan menyatakan keinginan agar Papua pisah dari Indonesia.
Ketiga pendeta Papua ter-sebut terdiri atas satu pendeta perempuan dan dua pendeta laki-laki. Namun isu tersebut tak berkembang di forum. Hal itu terjadi karena ia bersama Ketua Umum PGI Pdt AA Ye-wangoe dan Sekretaris Umum PGI Pdt Richard Daulay ber-hasil meredam isu tersebut, baik di tingkat komisi maupun sidang pleno.
“Ketika berbicara di pleno, saya kembali menekankan Papua tetap merupakan bagian tak perpisahkan dari NKRI dan meminta masalah ini tidak dibahas lebih lanjut,” kata Ha-syim. Sebelumnya Dubes RI untuk Australia Tengku Ham-zah Thayeb dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi I DPR Selasa (18/04) lalu menga-takan adanya keterlibatan jari-ngan gereja dalam separatisme Papua. 
Menurut Tengku Hamzah, Persekutuan Gereja Australia (Uniting Church in Australia/UCA) mendukung kampanye pemisahan Papua dengan me-nebarkan informasi soal ada-nya genosida atau pembunu-han massal di Papua. Para pe-tinggi UCA, kata dia, mendapat info itu dari jaringan gereja di Papua. “Ini informasi akurat.” 
Meski begitu, Persekutuan Gereja Australia (UCA) di Radio Nederland membantah hal itu. Jubir UCA mengatakan, tugas pihaknya hanya sebatas mem-berikan pelayanan gereja di Papua, dan tidak masuk pada manuver politik. UCA menga- takan, sangat menghargai hu-bungan UCA dengan pemerin-tahan Indonesia, dan tidak ingin merusakinya dengan per-soalan politik ini. Salah se-orang pimpinan gereja ber-nama John Barr menekankan, ‘’Posisi kami adalah mendu-kung terciptanya perdamaian atas konflik yang terjadi di Papua, dan kami tidak men-dukung kemerdekaan Papua. Itu hanya isu untuk warga Papua, bukan oleh kami.’’ 
Sementara itu, Anggota Ko-misi I DPR RI, Jeffrey Johanes Massie ketika hadir dalam hearing dengan Dubes Aus-tralia Tengku Hamzah Thayeb mempertanyakan, ‘’Kenapa gereja sampai harus ber-pihak? Kalau memang betul terbukti, pasti karena ada sesuatu yg tidak beres di sana,’’ ungkap wakil rakyat asal Sulut ini. (cpc/rik*) 



  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin