HOME : FOOTBALL

Headlines News  

24 April 2006

 
NEWS CATEGORIES

 

KOMENTAR GROUP

(Football, Metro). Terbit 40 Hal.  Color-BW, Alamat: Kawasan Megamas Blok. B1 No:38 Phone: (0431) 879799,  Fax: (0431) 879798 

Kisah pasien ‘face off’ asal Bitung(1) 
Terbakar di Kepungan Api, Tim Medis Angkat Tangan


VINO Umpung (9), pasien ‘face off’ asal Bitung yang kini menjalani operasi di Amerika Serikat (AS), memang kondisinya berangsur-angsur pulih. Harapan hidup terbayang di depan mata, kendati maut nyaris saja menjemputnya saat mengalami musibah kebakaran, 3 Maret 2004 lalu. Berikut kisah Vino yang mendapat mukjizat berkat lawatan kasih Yayasan Berkati Indonesia (YBI).
Sore itu, sekitar pukul 06.00 WITA, suasana di Kelurahan Wangurer Lingkungan II RT 7 lagi sepi. Tiba-tiba dikejutkan bunyi ledakan yang berasal dari rumah Keluarga Umpung Rumagit. Ledakan ini disusul teriakan histeris dari pasangan suami istri Jeffry Umpung dan Etty Rumagit, yang melihat anak mereka, Vino dilahap jago merah. “Saya tak percaya kenapa Vino sampai terbakar,” ungkap Etty Rumagit mengawali kisah penderitaan anaknya saat di-temui koran ini di YBI, Sabtu (22/04) kemarin. Vino seperti di-beritakan sebelumnya meng-alami musibah kebakaran, aki-bat terkena ledakan dari kaleng berisi thinner (minyak yang biasa dicampur cat). Etty yang saat itu sedang mengandung tujuh bulan, hanya bisa terpana ketika menyaksikan Vino dikepung kobaran api. Sesaat dirinya hanya bisa memohon campur tangan Tuhan untuk menolong anaknya itu. 
“Kita rupa dapa kekuatan se-hingga nyanda pingsan. Apalagi paitua (suaminya,red) rupa so nda tako waktu ada ambe pa Vino di tengah-tengah api,” ujar-nya dengan nada memelas. Yang terbayang dalam pikiran pasutri ini, bagaimana Vino bisa diselamatkan dalam kon-disi tubuh hangus terbakar. 
Sehingga tanpa tunggu waktu, Vino langsung dibawa ke RS Budi Mulia. Selama dua bulan Vino menjalani perawatan de-ngan luka bakar di wajah, ta-ngan dan badan. “Torang sem-pat bersyukur karena luka ba-kar Vino mulai terobati. Kulit di wajah, badan dan tangan yang sempat hangus so mulai kering, hanya tinggal memerah saja,” tukas Ibu Etty.
Saat itu, lanjutnya, Vino lang-sung dipulangkan dan menja-lani rawat jalan di rumah kedia-mannya yang lain di Desa Kla-bat, setelah sempat berkonsul-tasi dengan pihak medis RS Bu-di Mulia. Namun, perkiraan me-reka kalau Vino sudah sembuh, meleset. Malahan kondisi tu-buh Vino mulai memburuk se-telah hampir sebulan dirumah-kan. Lama kelamaan, kulit wa-jah Vino mulai tertarik hingga menyatu dengan dadanya. 
Kemudian tangan kanannya bekas luka bakar tak bergerak bahkan menempel di badan-nya. Namun dalam pikirannya yang berkecamuk, Ibu Etty ha-nya bisa pasrah dan berdoa. “Ka-mi percaya peristiwa ini meru-pakan ujian iman, sehingga ka-mi hanya bisa bergumul dalam doa,” derainya dengan mata ber-linang. Pergumulan Keluarga Umpung Rumagit ini kian besar saat Vino di bawah ke RSUD Dr Kandou di Manado. Di sana, Vi-no mengalami kritis selama tiga hari. “Dokter bilang, kalo lewat empat hari masih kritis, dorang nda bisa berbuat apa-apa pa Vino,” ujarnya.(marsel/bersambung). 


  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin