|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Triwulan I, Rekening Listrik Pemkot-Rudis Capai Rp 3,3 M
|
Penggunaan listrik di lingkup Pemkot Manado dan Rumah Dinas (Rudis) walikota dinilai boros. Pasalnya, selama triwulan I, yakni dari Januari hingga Maret 2006, rekening listrik yang harus dibayarkan mencapai Rp 3,3 M, dengan rincian Rudis Rp 43, 924 Juta dan kantor Rp 91, 925 Juta. Karenanya, menyikapi masalah ini, Komisi B Dekot Manado masing-masing Ketua Drs RAS Didi Sjafii dan anggota Husin Uno, Syuli Dumingan SSos, Djemy Jocom, Franklin Montolalu, Happy Walewangko dan Jimmy Yoseph, Jumat (21/04) menggelar hearing bersama untuk mengetahui pastinya.
Menariknya dalam hearing yang turut dihadiri Asisten Manajer PT PLN JJ Rumbajan, FR Santi dan Ir HV Maleke, Wakadispenda E Rori, Kadistakot Ir Wolter Piri, Asisten III Drs Servius Sendow dan Kabag Keuangan Wenny Rolos SE MSi ini, timbul masalah baru di mana dari tagihan rekening yang telah dibayar tersebut tidak seluruhnya disetor melalui rekening oleh Dispenda atau selisih sebesar Rp 1,4 belum dibukukan.
“Pembayaran rekening ini sangat boros dan tidak sesuai. Sebab, seperti diketahui lampu sering padam. Anehnya lagi dalam pembayaran rekening terdapat selisih sebesar Rp 1,4 M yang belum dibukukan. Sehingga jumlah rekening yang disetor baru Rp 1,9 M,” ungkap Happy Walewangko.
Lebih lanjut kata Walewangko, pembayaran rekening melalui bilyet giro telah disetor pada (18/04) tapi setoran ini tidak tercatat di Dispenda. Padahal dalam RTGS (Realtime Gross Settlement, begitu disetor pagi siangnya sudah masuk. Jadi kalau kenyataannya sampai sekian lama ini so nda benar,” tambahnya kembali.
Dalam hearing ini juga mencuat soal penunjukkan CV Jago oleh PT PLN untuk merawat dan menangani Penerangan Jalan Umum (PJU), tanpa sepengetahuan Kadistakot. Sehingga untuk mengetahui jelasnya, maka Selasa (25/04) besok akan digelar pertemuan.(eda)
|
|