|
Ropan: Tunggu di Putaran
Kedua
Persma Tetap Targetkan Lolos Divisi Utama
|
Manajer tim Persma Manado Ronny Pangemanan menandaskan, peluang Persma untuk lolos ke Divisi Utama belum habis hanya karena kalah 0-3 dari tim tuan rumah Persim di Maros. Sebaliknya, ia menyatakan keyakinannya tim Badai Biru akan mampu ganti melibas lawannya satu persatu di putaran kedua guna meraih satu tiket dari grup IV untuk lolos ke putaran kedua dan bertarung memperebutkan tempat ke Divisi Utama.
Kepada Komentar kemarin Ropan mengharapkan kepada seluruh fans Persma untuk tidak larut dalam kekecewaan akibat Persma dilibas Persim. Menurutnya, tiga angka mutlak harus direbut Persma pada laga akhir putaran pertama, Minggu (30/4) mendatang di Stadion Klabat sehingga Persma nantinya akan memiliki 14 poin. Selanjutnya, di putaran kedua Persma akan tampil lima kali di kandang sendiri dan berpeluang merebut 15 poin dari laga kandang. Selain itu, Persma juga menurutnya mengincar nilai penuh dari dua laga tandang ke Pare-Pare dan Dafonsoro serta satu poin dari Badung Bali dengan menahan Persekaba.
“Mari kita lupakan kekalahan di Maros itu. Peluang masuk Divisi Utama belum habis, di putaran kedua nanti kita akan tampil lima kali di kandang. Ditambah dua laga tandang yang saya targetkan harus kita menangkan, plus satu target partai imbang saat menghadapai Persekaba, saya yakin kita akan mampu merebut antara 20 hingga 22 poin di putaran kedua. Hasil itu saya yakin akan mampu mengantarkan Persma lolos dari grup timur,” kata Ropan.
Protes Kepemimpinan Wasit
Sementara itu, kepemimpinan wasit Nurdin dari Bontang yang memimpin laga Persim vs Persma di Maros ternyata membuat kubu Persma tidak puas. Manajer tim Ronny Pangemanan menjelaskan, pihaknya langsung mengajukan protes ke Badan Liga Indonesia (BLI) atas kepemimpinan wasit yang dinilainya sangat merugikan Persma khususnya lahirnya dua gol awal Persim ke gawang Persma.
“Saya sudah mengajukan protes ke PSSI atas kepemimpinan wasit yang sangat merugikan Persma. Kabar yang saya dengar dari BLI, wasit yang memimpin pertandingan itu akan diskors 10 bulan,” kata Ropan. Menurut Ropan, dua gol Persim dalam pertandingan itu yaitu gol pertama dan kedua tidak dapat diterima pihaknya. Gol pertama yang dicetak Persim lewat pinalti dinilai sangat controversial karena Persma tidak melihat ada pelanggaran berat yang terjadi.
Sementara untuk gol kedua bola mengenai mistar gawang dan memantul ke tanah sebelum ditangap kiper Persma namun oleh wasit dinyatakan masuk dan membuat kedudukan menjadi 2-0. Persim akhirnya menang 3-0 atas Persma dalam pertandingan itu. (dax/kim)
|