|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Banjir kembali landa Totabuan
Satu Rumah dan Satu Mobil Hanyut
|
Di tengah panasnya suhu politik Bolmong menjelang hari pelantikan bupati terpilih, air hujan yang mungkin bermaksud untuk menyejukkan nampaknya agak berle-bihan mengguyur Bumi Totabuan. Dampaknya pun jadi merugikan, khususnya warga Desa Tanoyan Selatan menyusul meluapnya Sungai Ongkag, Sabtu (22/04) lalu.
Dilaporkan, akibat fenomena alam tersebut, satu rumah penduduk dan sebuah mobil jenis hardtop hanyut dibawa derasnya luapan air. Berun-tung banjir itu tidak sempat merenggut jiwa manusia.
Luapan air Sungai Ongkag yang berjalur tepat di tengah Kam-pung Tanoyan Selatan itu mulai terasa siang hari, dan mencapai puncaknya sekitar pukul 16.00 WITA ketika ketinggian air yang menggenangi lantai rumah mencapai sekitar satu meter. Meski hanya berlangsung tak sampai dua jam, namun rumah seorang warga Tanoyan Selatan bernama Jalim Tontogon serta mobil hardtop milik Kasis Mo-kodompit, hanyut terbawa banjir. Selain itu, empat rumah milik warga setempat rusak berat, serta 80-an rumah terge-nang lumpur.
Juga puluhan rumah lainnya di desa tetangga, yakni Desa Tanoyan Utara sempat digena-ngi lumpur. Data yang diper-oleh harian ini di lapangan, dampak dari banjir dialami oleh sektiar 600 jiwa yang se-bagian besar mendiami Desa Tanoyan Selatan dan Tanoyan Utara, serta beberapa di an-taranya dari Desa Mopusi.
Di Desa Mopusi yang berse-belahan dengan Desa Tanoyan Utara, meski tidak ada rumah yang mengalami kerusakan, namun ada berapa hektar sawah dan ladang yang disapu bersih air. Soalnya, aliran Sungai Ongkag tadi melintasi kompleks persawahan dan perkebunan warga.
Pemkab Bolmong sendiri lang-sung terjun ke lokasi banjir Sabtu, sekaligus menyerahkan bantuan awal. Sementara keru-gian warga untuk sementara diprediksi mencapai Rp 70-an juta. “Dinas Sosial sampai hari ini (kemarin, red) sedang me-naksir kerugiannya, untuk sementara antara Rp 50 juta sampai Rp 70 juta. Itu belum termasuk beberapa hektar sawah dan ladang warga yang rusak akibat banjir. Pemkab sendiri langsung menyalurkan bantuan awal seperti makanan dan pakaian pada saat terjadi banjir,” kata Jubir Pemkab, Ir Yudha Rantung, saat dihu-bungi kemarin.
Menarik disimak, penyebab banjir di Tanoyan ini terindi-kasi tidak jauh berbeda dengan penyebab banjir bandang yang baru saja melanda Desa Mo-yongkota dan Bangunan Wu-wuk. Di mana hulu Sungai Ongkag diketahui sebagai hutan belantara, namun diduga kuat sudah kerap terjadi aksi penebangan liar. Akibatnya, hutan tidak mampu lagi me-nampung curah air hujan.
Pemkab Bolmong mengakui indikasi tersebut. “Kita tahu ber-sama di hulu sungai itu adalah hutan yang mulai gundul. Se-hingga kami tidak bsia mem-bantah kalau perusakan hutan ini juga adalah salah satu pe-nyebab banjir. Namun itu baru sebatas dugaan, dan kesim-pulannya nanti ada instansi teknis yang akan melakukan pengkajian,” kata Rantung.(tus)
|
|