|
|
|
![]() |
![]() |
|
Hasil razia tempat hiburan malam di sario
Manado Rawan Disusupi Warga
Luar
|
Meski sampai saat ini masih aman dari kejadian teror, namun bukan berarti kemanan lantas menjadi longgar. Pasalnya, daerah ini sangat rawan disusupi warga dari luar daerah yang bukan tak mungkin ditumpangi rencana untuk melakukan aksi teror.
Seperti yang terungkap dalam razia yang dilakukan pihak Kecamatan sario, di bawah pimpinan Camat Drs Jackson Ruaw, Sabtu (22/04) pekan lalu, di sejumlah tempat hiburan malam, yakni Restauran Cesar, Gaco, Sarona dan GP’s Grand Puri. Dalam razia tersebut aparat menemukan sejumlah pengunjung yang tak bisa menunjukkan identitas resmi. Selain itu, ditemukan juga warga yang beraal dari daerah konflik, seperti Poso, yang datang ke Manado.
Selama kurang lebih empat jam mulai pukul 11.00 Wita, Ruaw bersama aparat kepolisian setempat diantaranya Kapolsek Sario Iptu Djemmy Lahajan dan Koramil Selatan Kapten Samuji melakukan pemeriksaan identitas di keempat lokasi tersebut. Bahkan, Rauw juga memboyong hampir semua lurah dan pala dalam aksi tersebut..
Alhasil, di Cesar ditemukan 18 orang pengunjung dan karyawan tak membawa kartu identitas. Bahkan, ada salah seorang pengunjung Andreas Glendra Wanggari asal Luwuk Banggai memiliki KTP yang belum ditandatangani Camat Banggai Syaifuddin Yusuf. Di Gaco, selain banyak pengunjung tidak memiliki KTP, juga terdapat tiga bersaudara asal Poso yang tidak memiliki KTP Manado. Dan di G’ps hampir semua pengunjung dan karyawan memiliki kartu KTP.
Sementara itu Pub Sarona, puluhan pengunjung dan karyawan juga diketemukan tak beridentitas. Malah, terdapat tiga pengunjung yang hanya menggunakan kartu pemilu. Menariknya di lokasi hiburan ini sempat terjadi kericuhan, karena pihak pengelolah tidak memberikan ijin wartawan media cetak untuk untuk mengambil gambar.
Ruaw kepada wartawan usai melakukan razia mengungkapkan, aksi penertiban ini merupakan imbauan walikota agar warga kota maupun pendatang wajib menjalani hidup secara tertib. “Hasil razia menunjukan banyak sekali warga yang tidak beridentitas. Ini bisa saja terjadi kerawanan. Makanya, kami melakukan deteksi dini agar kehidupan warga bisa berlangsung damai. Apalagi, visi dan misis Pemkot adalah menjadikan Manado kota yang nyaman untuk didiami,” tegasnya. (imo)
|
|