|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Dari Ibadah Agung dan Pawai Paskah di Tondano
Supit: Kekuatan Paskah Landasan Hidup Orang Beriman
|
Ketua Badan Pekerja Sinode GMIM Pdt AO Supit STh menyatakan, di saat manusia, khususnya Umat Nasrani menggelar Paskah atau Kebangkitan Tuhan Yesus Kristus, maka disitulah sebenarnya muncul landasan hidup orang beriman, karena kekuatan Paskah merupakan wujud dari iman dan kepercayaan warga Jemaat Kristen.
Hal ini diungkapkan Pdt Supit, Minggu (23/04) kemarin, ketika memberikan khotbah diacara Paskah Bersama tiga wilayah di Tondano di Lapangan Ma-nguni Sasaran Tondano.
Dalam khotbahnya yang diambil dari Alkitab, Roma 13 Ayat 26, Pdt Supit dihadapan ribuan warga Jemaat GMIM Tondano menjelaskan, saat ini banyak orang yang hidup tak berdampingan dengan tetangga. Pada hal, menurutnya, kesela-matan yang diperoleh dari kematian Sang Penebus Juru Selamat Yesus Kristus, telah diterima oleh umat manusia. Dan tak sedikit orang yang tidak mengindahkan keselamatan tersebut, yang terlihat dari kehidupan mereka yang tidak berdampingan.
Pada hal menurutnya, kekuat-an Paskah itu sebenarnya merupakan landasan hidup orang beriman. “Kekuatan Pas-kah ini adalah landasan hidup orang beriman. Jadi, alangkah baiknya kita hidup dengan memberikan model hidup secara bersama pula,” ujar Supit.
Sementara itu Bupati Mina-hasa, Drs Vreeke Runtu mengakui, bentuk ibadah agung maupun Pawai Paskah yang digelar oleh panitia, me-rupakan bukti komitmen ke-bebasan umat beragama, dalam menjalankan kepercayaannya masing-masing.
Sebagai Pemerintah Kabupa-ten (Pemkab), dirinya berjanji akan memberikan kebebasan beragama bagi warganya. “Kalo soal pendirian tempat ibadah di Minahasa, tidak ada per-soalan. Pemkab menjamin sepenuhnya kebebasan ber-agama di Minahasa ini,” tegas Runtu.
Acara dilanjutkan dengan pelepasan pawai prosesi Paskah mengelilingi Kota Tondano, yang dilakukan Bupati Runtu di-dampingi Ketua Sinode Pdt AO Supit, muspida serta sejumlah pejabat teras Pemkab Mina-hasa.(pen)
|
|