|
|
|
|
![]() |
![]() |
Imingi jambu dan uang
Dua Opa Tega Cabuli Empat Gadis Ingusan
Desa Popontolen dan Tumpaan dikejutkan dengan kasus cabul. Kali ini menarik dimana pelakunya adalah dua opa berinisial WE alias Eli (66) dan YS alias Yan (60). Hebatnya lagi, korban kedua opa-opa ini adalah empat gadis ingusan yang berhasil dijerat keduanya dengan diimingi buah Jambu dan uang Rp 500 dan Rp 1000.
Informasi yang dihimpun harian ini, hari dan tanggal kedua opa ini mencabuli empat gadis yang tercatat sebagai siswa di salah satu SD di Desa Popontolen ini masing-masing TK alias Tin (9), GM alias Gin (8), MR alias Min (11) dan KT alias Katrin (8), belum diketahui pasti. Namun kronologis ceritanya seperti ini. Awalnya, Tin sedang bermain-main di halaman rumahnya. Kemudian datang Opa Eli sembari menunjukan buah jambu kepada Tin. Dasar anak-anak, Tin langsung meminta buah tersebut.
Bukannya langsung memberikan kepada Tin, opa Eli malah masuk ke rumahnya yang jaraknya hanya bertetangga dengan rumah Tin. Tin mengejar Opa Eli sampai di dalam rumah. Nah, di dalam rumah yang dalam keadaan kosong ini, kuat dugaan opa Eli langsung melancarkan aksinya.
Satu per satu pakaian Tin dipreteli opa Eli yang sudah dikuasai nafsu setan. Tin yang mengetahui apa-apa hanya turuti saja hingga adegan cabul itu terjadi. Usai melancarkan aksinya, opa Eli menyuruh Tin pulang. Namun sebelumnya opa Eli mewanti-wanti untuk tidak menceritakan kejadian yang baru dialami kepada orang lain. Rupanya opa Eli tak puas dengan tubuh Tin. Opa Eli kemudian melancarkan aksi serupa kepada Gin yang saat itu juga sedang bermain-main di halaman rumahnya. Dan lagi-lagi jambu jadi senjata sang opa.
Ternyata bukan hanya opa Eli yang telah dikuasai nafsu setan. Secara terpisah, opa Yan juga nekat ‘menikmati’ dua tubuh gadis ingusan lainnya. Namun ‘strategi’ opa Yan lain dari yang digunakan opa Eli. Jurus menjeratnya adalah mengimingi korban dengan akan diberikan uang Rp 500 dan Rp 100. Korbannya yakni Min dan Katrin.
Kedua gadis cilik ini sebelum masuk ‘perangkap’ opa Yan, sedang bermain-main di halaman rumah masing-masing. Target opa Yan sama dengan opa Eli pun sama yakni mencium bagian dada anak-anak ingusan ini.
Kejadian terungkap ketika empat gadis ini sedang bermain-main di halaman rumah salah satu di antara mereka. Kemudian tanpa sengaja bertemu seorang oma yang kini belum diketahui namanya, Kamis (20/04) pekan lalu. Dengan polos, keempat gadis menceritakan perbuatan opa Eli dan Opa Yan kepada mereka. Oleh oma tersebut, keempat orang tua dari gadis-gadis cilik tersebut langsung dihubungi dan diceritakan peristiwa yang telah terjadi dan didengar oleh oma tersebut.
Bak disambar petir, sore hari itu juga secara bersamaan, keempat orang tua gadis cilik tersebut langsung mendatangi Polsek Tumpaan untuk melapor perbuatan biadab opa Eli dan opa Yan.
Kapolsek Tumpaan Iptu Bahar Gunawan ketika dikonfirmasi, Minggu (23/04) kemarin, membenarkan adanya laporan cabul tersebut. (jok)
LSM Tolak Lokasi Pelabuhan Penyeberangan
Rencana investor luar untuk membangun pelabuhan penyeberangan di Mobongo yang dimediasi Dinas Perhubungan Minsel, ternyata mendapat penolakan LSM Yayasan Perisai Persatuan. Menurut Ketua LSM Yayasan Perisai Persatuan Karel Lakoy, lokasi ini telah direncanakan akan dibangun pelabuhan perikanan, tempat pelelangan ikan dan mungkin pasar ikan yang nantinya akan dilaksanakan Dinas Perikanan.
“Bila dibiarkan rencana itu, bisa-bisa lokasi di Mobongo itu hanya akan terjadi tumpang tindih bangunan. Jadi kami minta kepada Dinas Perhubungan untuk jangan keburu menentukan lokasi rencana pembangunan pelabuhan perikanan,” tukas Lakoy.
Bahkan saat ini, kata Lakoy, untuk pelabuhan perikanan sedang dalam proses penyelesaian dokumen Amdal. “Nah agar dikemudian hari tidak menjadi precedent buruk dalam iklim investasi di Minsel, kami minta agar dishub Minsel tidak memaksakan kehendak dan mencari lokasi lain. Bahkan kami mendesak kepada pemkab minsel untuk membuat master plan khusus pesisir pantai Amurang,” tandas Lakoy sembari menyatakan menolak dengan tegas rencana pembangunan pelabuhan penyebrangan yang mengambil lokasi di Mobongo. (jok)
|
|