|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Kemiskinan, Kapan Usainya !!
|
JURANG pemisah antara orang kaya dan orang miskin di negeri ini semakin lebar saja. Dari hari ke hari teriakan orang miskin semakin menjadi-jadi. Lebih dari pada itu, korban jiwa akibat gizi buruk, terus bertambah. Sementara dipihak lain, tidak sedikit orang yang hidupnya berkelimpahan, menikmati hartanya dengan penuh pesta pora.
Lebih herannya lagi, tidak sedikit dari para orang kaya itu, memiliki harta dari hasil korupsi atau yang diperolehnya dengan cara tak wajar. Tetapi direpublik ini, khususnya di Sulut, orang-orang seperti itu bisa bebas menikmati harta dari hasil kejahatan itu. Mereka nampaknya tidak bisa tersentu hukum. Kalau pun pernah diproses hukum, paling-paling hanya sampai ditingkat kepolisian, setelah itu lenyap bak ditelan bumi.
Pada hal sebetulnya, komitmen untuk mengentaskan rakyat dari kemiskinan, sudah dicanangkan jauh-jau hari. Bahkan, sejak Republik ini berdiri, program-program yang tujuannya memakmurkan rakyat selalu terdepan dan katanya dijalankan, seperti hanya penyaluran beras miskin, Bantuan Langsung Tunai (BLT) dan sejumlah program pengentasan kemiskinan yang dilakukan oleh pemerintah pusat, yang untuk tahun 2006 ini, anggarannya mencapai Rp 32 triliun.
Dan program itu bukan hanya dilakukan oleh pemerintah pusat, tetapi juga oleh pemerintah propinsi dan kabupaten/kota. Sehingga program pengentasan kemiskinan ini boleh dikata berlapis dan anggarannya sangat besar. Belum lagi dengan program pengentasan kemiskinan oleh sejumlah BUMN dan BUMD, yang anggarannya tidak kalah hebatnya dengan punyanya pemerintah.
Tetapi apa yang kemudian terjadi, ternyata kemiskinan bukannya berkurang malah terus saja bertambah. Secara nasional sesuai data Badan Pusat Statistik, hingga tahun 2005 lalu, penduduk miskin di Indonesia sebanyak 35,1 juta atau 15,7 persen dari total penduduk Indonesia. Ini mereka yang benar-benar berada dibawa garis kemiskinan, belum lagi dengan orang miskin yang pura-pura kaya.
Melihat kenyataan ini, maka sebetulnya pemerintah perlu melakukan kajian terhadap sejumlah program pengentasan kemiskinan yang sementara atau yang akan dilaksanakan nanti. Karena rupanya ada system yang saat ini keliru, yang menyebabkan program ini tidak bisa mencapai sasaran.
Kalau tidak dilakukan, maka berapa pun anggaran yang akan disiapkan untuk proyek pengentasan kemiskinan , tidak akan pernah mencapai sasaran. Justru akan semakin menambah orang berdosa, yang pada gilirannya akan membuat bangsa ini terus dibawa bayang-gayang negara lain.(**)
|
|