|
|
Alamat:
Kawasan Megamas Blok. B1 No:38 Phone:
(0431) 879799, Fax: (0431) 879798
|
|
![]() |
![]() |
|
Mukjizat terjadi di dalam penjara
Tiga Peti Mati Siap, Tibo Tulis Riwayat Hidup
|
Meski kasusnya sedang dikaji Mahkamah Agung melalui PK (Peninjauan Kembali) tahap II, namun terpidana mati Fabia-nus Tibo telah siap menyambut hari kematiannya dengan menulis riwayat hidupnya. Di Palu, dikabarkan sudah di-siapkan tiga buah peti mati yang dibuat khusus dengan simbol paku salib.
Peti mati ini diduga kuat disiapkan kejaksaan di Sulteng untuk Tibo, Dominggus Da Silva dan Marinus Riwu. Tiga peti mati itu dibuat oleh salah satu perusahaan pembuatan peti mati beralamat di Keca-matan Palu Selatan. Tidak ba-nyak diketahui soal pembua-tan peti mati tersebut, karena pemilik perusahaan peti mati bersikap sangat tertutup, ke-pada siapa saja.
Apalagi kepada wartawan. Beberapa jurnalis televisi yang ketahuan membawa kamera, langsung diminta untuk tidak mengambil gambar.Dari infor-masi yang didapatkan, perusa-haan peti mati tersebut, meru-pakan salah satu perusahaan pembuatan peti mati terbaik yang ada di Kota Palu. Harga sebuah peti mati di tempat itu bervariasi mulai dari Rp 500 ribu sampai Rp 5 jutaan. Se-dangkan untuk tiga peti mati yang dicurigai milik Tibo cs, adalah peti mati yang terbaik. Terbuat dari kayu Agatis, pa-kunya berbentuk salib dan ter-buat dari besi sebesar jari te-ngah dengan warna agak ke-kuning-kuningan.
Saat ditanya, apakah ketiga peti mati itu adalah milik Tibo cs? Sang pemilik membantah-nya. Namun penampilan ketiga peti mati yang satu di anta-ranya belum rampung dibuat, agak berbeda dengan penam-pilan peti mati lainnya. Di da-lam peti yang di bagian kaca-nya diberikan renda bunga tersebut telah disiapkan sete-lan jas. Ditanya siapa pemilik peti mati, sang pemilik peru-sahaan kembali memilih untuk tetap bungkam.
Sementara itu, dari penjara di Palu, Fabianus Tibo yang dite-mui Pastor Johannis Mangkey MSc baru-baru ini, mengakui sedang mempersiapkan daftar riwayat hidupnya. Dikatakan Tibo, sebagaimana dikutip Pas-tor Mangkey, meskipun saat ini belum ada keputusan eksekusi mati terhadap dirinya dan kedua rekannya, namun telah muncul keinginan dalam dirinya untuk membuat daftar riwayat hidup setebal 200 halaman.
Menurut Tibo, dalam daftar hidup yang dibuatnya, akan mengisahkan secara tuntas kisah perjalanan dan hidupnya mulai dari tanah kelahirannya di Flores Nusa Tenggara Timur hingga pada akhir-akhir hidupnya. Dan dalam daftar hi-dup tersebut, seluruh peristiwa hidup yang dialami, termasuk saat pergolakan di Poso yang berbuntut pada tuduhan keti-ganya sebagai dalang kerusu-han, dikupasnya secara tuntas.
Melalui daftar riwayat hidup-nya ini, Tibo tak hanya mening-galkan kenangannya, tetapi ingin membagi pengalamannya kepada siapa saja yang peduli terhadap pergumulannya dan yang berjuang menegakkan keadilan di muka bumi ini.
Hanya saja, mengingat diri-nya sampai dengan saat ini be-lum bisa menulis (keterba-tasan pendidikan), maka di-rinya mempercayakan salah seorang temannya yang juga berada dalam tahanan ber-sama ketiganya, untuk menu-lis semua pengalaman yang dikatakannya. Jika daftar ri-wayat hidup ini selesai, akan diterbitkan dalam bentuk buku oleh para pengacara yang membelanya selama ini yang tergabung dalam LSM Padma, organisasi yang dibentuk oleh salah seorang Pastor Norbet dari Tarekat SVD.
Selain menyiapkan Daftar Riwayat Hidup, Tibo ternyata mengalami mujizat di dalam penjara. Buktinya, dia mampu menjadi penyembuh orang sa-kit melalui doa. Terbukti, sema-sa dalam tahanan, Tibo didata-ngi lebih dari 500 orang yang meminta agar disembuhkan dari penyakitnya. Berkat kete-kunan doa yang dijalankannya dan dengan mengandalkan ke-kuatan doa Rosario, Tibo berha-sil menyembuhkan ratusan warga yang menderita sa-kit.(imo/rik)
|
|