HOME : FOOTBALL

Headlines News  

25 April 2006

 
NEWS CATEGORIES

 

KOMENTAR GROUP

(Football, Metro). Terbit 40 Hal.  Color-BW, Alamat: Kawasan Megamas Blok. B1 No:38 Phone: (0431) 879799,  Fax: (0431) 879798 

Kisah pasien ‘face off’ asal Bitung(2) 
Kulit Wajah Menempel Badan Lubang Napas pun Mengecil


ANTARA hidup dan mati yang dialami Vino yang kritis selama tiga hari, semakin membuat keluarga Umpung Rumagit hanya bisa pasrah. Apalagi saat tim dokter di RSUD Dr Kandou menyatakan anak mereka harus dioperasi tenggorokannya.

“Dokter bilang jalan satu-sa-tunya tenggorokan Vino harus dioperasi. Karena lubang (na-pas) hidungnya (Vino) telah me-ngecil karena kulit di wajahnya telah tertarik sampai ke ba-dan,” kenang Etty Rumagit.
Permintaan tim dokter ini, agar ada pernapasan melalui selang infus yang akan dimasukkan dalam tenggorokan. Namun operasi tenggorokan ini, mem-buat Ibu Etty terbayang berapa banyak biaya pengobatan lagi yang harus dikeluarkan. Ma-klum saja, suaminya hanya karyawan biasa di salah satu perusahaan ikan kaleng di Bitung dengan gaji yang pas-pasan. Diakuinya, selama Vino menjalani perawatan di RS Budi Mulia dan RSUD Dr Kan-dou, sudah menghabiskan se-kitar Rp 10 juta. Itu pun seba-gian besar, sumbangan dari jemaat.
Di sini, pergumulan hidup Ibu Etty dan suaminya Jeffry Umpung yang diselimuti rasa keputusasaan ini, diuji lagi. “Waktu itu, kami sudah pasrah sebab Vino sudah tiga hadir tak sadarkan diri. Tapi kami tetap bergumul dalam doa. Puji Tuhan, doa kami terkabul,” ujarnya.
Dalam kesaksiannya, menje-lang tengah malam, tiba-tiba terdengar suara Vino memang-gilnya dan meminta air karena sudah haus. Seakan tak perca-ya suara Vino ini, Ibu Etty ber-sama suaminya langsung me-ngambil air minum. “Abis Vino minum, dia bilang nda apa-apa,” tukas Ibu Etty mengutip perkataan Vino.
Saat itu, dirinya lebih memi-lih menghibur Vino, padahal dalam hatinya, anaknya itu digerogoti operasi tenggorokan. Belakangan tim dokter mena-nyakan mereka, apakah ber-sedia anak mereka dioperasi, sehingga diketahui Vino. “Vino bilang, sudah jo operasi, karena mungkin Tuhan berkehendak lain,” kutip Ibu Etty lagi.
Lantas bagaimana sehingga Vino bisa dioperasi di Amerika Serikat? Menurut Ibu Etty, setelah sebulan Vino dirawat, datang Petter dan Ester Scra-broug dari Yayasan Berkati In-donesia yang mendapat infor-masi ada korban wajah ter-bakar. Mereka kemudian mengurus segala keperluan Vino, untuk dioperasi di Gross-man Burn Center di Los Ange-les. “Ini semua karena kemu-rahan Tuhan sehingga Vino bisa hidup. Seberat apa pun pergumulan yang dihadapi, serahkan kepada Tuhan ka-rena ada rencana yang terin-dah buat kita. Sebab apa yang tidak mungkin bagi manusia, mungkin bagi Tuhan,” kunci pimpinan YBI, Dr Jeff Ham-mond.
Ditambahkan, kondisi Vino kini terus membaik kendati masih harus menjalani operasi beberapa bulan ke depan. Vino bahkan telah masuk jenjang pendidikan di sekolah Baptis sebelah utara LA, dan mahir berbahasa Inggris serta tekun belajar Alkitab.(marsel/habis) 

  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin