HOME : FOOTBALL

Headlines News  

26 April 2006

 
NEWS CATEGORIES

 

KOMENTAR GROUP

(Football, Metro). Terbit 40 Hal.  Color-BW, Alamat: Kawasan Megamas Blok. B1 No:38 Phone: (0431) 879799,  Fax: (0431) 879798 

Israel Anugerahi Award Tokoh Pers Indonesia


Award “Dan David Prize 2006’’ yang akan diserahkan Israel, salah satunya untuk tokoh pers nasional, Goenawan Susatyo Mohamad (64). Goenawan Mo-hamad dijadwalkan menerima penghargaan tersebut di Tel Aviv, Mei mendatang.
Menurut Bimo Nugroho, sa-habat karib Goenawan, peng-hargaan dari Tel Aviv Univer-sity (TAU) itu diberikan kepada Goenawan karena selama 30 tahun terakhir ia memer-juangkan kebebasan pers dan jurnalisme yang independen di Indonesia.
Seperti telah diberitakan oleh harian lokal Israel Haaretz ter-bitan 18 April lalu, Goenawan akan menerima hadiah uang 250 ribu dolar AS. Selain kepada Goe-nawan, penghargaan juga diberikan kepada tiga orang jur-nalis lagi, yaitu Magdi Alla (Deputi Editor koran Italia Corriere della Sera), Monica Gonzales (jurnalis Chile), dan Adam Michnik (jurnalis Polandia).
Surat kabar Haaretz menulis, Goenawan telah berencana un-tuk menyerahkan hadiah uang yang diterimanya tersebut ke-pada jurnal sastra Indonesia, Kalam. Bimo, yang juga komi-saris dari Komisi Penyiaran In-donesia, membenarkan berita itu. 
Goenawan sendiri kepada Haaretz menceritakan bahwa Kalam tidak memiliki sumber dana yang tetap. “Para editor mengerjakan tugas-tugas me-reka semata karena cinta,” tu-tur pria kelahiran Karangasem, Batang, Jawa Tengah, itu.
Dan David Prize mulai dibe-rikan pada 2002 kepada para individu dan institusi yang telah memberi kontribusi unik dan besar dalam sektor kema-nusiaan, termasuk kontribusi di bidang-bidang ilmu penge-tahuan alam, seni, dan bisnis, dalam tiga dimensi waktu—lampau, kini, dan akan datang.
Di tiap dimensi waktu ada empat penerima penghargaan yang masing-masing berhak menerima hadiah uang 250 ribu dolar AS. Penerima Dan David Prize wajib menyisihkan 10 persen uang penghargaan tersebut untuk membiayai para peneliti muda dari TAU dan universitas-universitas lain di seluruh dunia.
Penghargaan itu mengambil nama seorang pengusaha Ya-hudi, Dan David. Penyelengga-raannya ditangani oleh TAU secara rutin tiap tahun di Tel Aviv.
Kedatangan Goenawan di Tel Aviv pada Mei mendatang akan menjadi kunjungan keduanya. Pada 1981 ia pernah mengada-kan perjalanan sembunyi-sem-bunyi ke sana. “Saya pergi ke Israel tak lama setelah Presi-den Anwar Sadat dibunuh. Saya ke sana dalam rangka liputan untuk Majalah Tempo,” aku pria yang pernah menimba ilmu di Fakultas Psikologi Uni-versitas Indonesia tersebut.
Ketika itu, Goenawan sempat mewawancara Perdana Mente-ri, Menahem Begin dan berte-mu dengan Ariel Sharon. Goe-nawan adalah sosok yang se-ring menerima penghargaan. Setidaknya pada 1992 ia me-nerima penghargaan Profesor Teeuw dari Universitas Leiden, Belanda. Pada 1998, ayah dari dua anak tersebut menerima penghargaan internasional dalam hal kebebasan pers dari Komite Pelindung Jurnalis. Se-tahun kemudian, ia menerima penghargaan dari World Press Review, AS, untuk kategori Editor Internasional.(tmp/*)



  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin