|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Wawali dinilai kehilangan sense of crisis
PNS Rangkap Ladies Pub Coreng Citra Pemkot
|
Pengamat politik dan peme-rintahan Drs Max Rembang mengungkapkan, dugaan adanya PNS yang merangkap ladies pub di salah satu tem-pat hiburan di Kota Manado menunjukkan bahwa pembina-an para PNS di lingkungan pemkot kurang brerjalan se-cara optimal. Bahkan, dirinya menilai peristiwa tersebut jelas-jelas telah mencoreng citra pemkot dan terlebih pro-fesionalisme PNS itu sendiri.
Kepada harian ini, Selasa (25/04) kemarin, Rembang mengakui bahwa di satu sisi keterlibatan PNS dalam dunia hiburan malam tersebut, khususnya yang bekerja sebagai ladies pub memang merupakan keputusan pribadi karena dipengaruhi faktor-faktor tertentu.
Hanya saja, tegas Rembang, jika ditempatkan pada aspek moral dan profesionalisme sebagai seorang PNS maka akan menimbulkan masalah. “Meski dari sisi formal tidak menjadi masalah, tapi tidak untuk aspek moralnya. Karena apa, mau tak mau kejadian ini mencoreng citra pemkot dan mengganggui profesionalisme mereka (PNS, red),” tegasnya.
Ia menambahkan, jika banyak anggota PNS berprofesi rangkap seperti itu maka akan menjadi bumerang bagi pemkot sendiri. “Karena itu perlu dilakukan pembinaan secara optimal terhadap PNS. Apalagi, hal ini berada langsung dibawah kontrol Wakil Walikota Abdi Buchari SE MSi,” tukasnya.
Pendapat senada diungkap-kan dari kalangan akademisi, Haezar Sumual MA. Menurut-nya, pekerjaan merangkap se-bagai ladies pub tidak bisa dipertanggungjawabkan secara moral. Bahkan, dengan agak blak-blakan Sumual mengungkapkan pernyataan wawali menunjukkan bahwa yang bersangkutan telah kehilangan sense of crisis.
“Kenyataan yang terungkap ini seharusnya ditanggapi dengan bijaksana oleh pim-pinan. Bahkan bila perlu ha-rus segera diambil tindakan tegas sekaligus segera meng-ambil langkah-langkah antisi-patif. Karena ini sebuah krisis moral dan krisis profesio-nalisme aparat negara. Tapi nyatanya wawali sebagai orang yang diharapkan meng-atasi masalah ini justru mengeluarkan pernyataan tidak populis dan menunjuk-kan kalau dirinya tak punya rasa kepedulian terhadap masalah ini. Ini sangat disayangkan,” semburnya.
Sumual menambahkan, walalupun baru terjadi pada satu orang namun menjadi tamparan keras bagi citra Pemkot sendiri. Sekaligus, lanjutnya, hal ini menunjukkan kurang optimalnya pembinaan moral para PNS dan man-dulnya kinerja dari Badan Pengawas Kota Manado.
Sementara itu, ada informasi yang berhasil diterima, bahwa sebenarnya oknum MW alias Susan sebenarnya bukan PNS. Menurut sumber, terjadi kesalahan pencatuman pe-kerjaan oleh Lurah di KTP-nya Susan. “Memang di KTP ada tulis dia PNS mar nyanda katu, dia itu bukan PNS,” ujar sumber.(imo)
|
|