|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Runtu pimpin sosialisasi MoU
PT Sugico Graha Janji Bangun Pabrik Jarak di Lembean
|
Guna menindaklanjuti kesepakatan bersama atau Memorandum of Understanding (MoU), yang dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa dan PT Sugico Graha yang ditandatangani 14 Oktober 2005 silam, Selasa (25/04) kemarin Bupati Drs Vreeke Runtu memimpin langsung sosialisasi perjanjian kerjasama tersebut.
Intinya tentang pengembang-an tanaman Jarak Pagar atau (balacae) dan pengolahan hasil tanamannya di Kabupaten Minahasa. Bupati Runtu yang didampingi utusan PT Sugico Graha dari Jepang, Nova Sumolang dan Mr Nagayama menyatakan, sesuai hasil ke-sepakatan antara pihak Pem-kab Minahasa. PT Sugico Gra-ha, akan didirikan sebuah pab-rik Saketa, di kawasan Kecama-tan Lembean Timur.
Menurut Runtu, dari empat kecamatan di Minahasa yang masuknya proyek tanaman Jarak, yakni Kecamatan Lem-bean Timur, Kombi, Langowan Selatan dan Kakas, maka diharapkan untuk kecamatan lainnya di Minahasa, bisa juga mencari ilmu, seputar ke-berhasilan menanam pohon Jarak yang diyakini bisa menjadi pengganti Bahan Bakar Minyak (BBM) khusus-nya guna kebutuhan rumah tangga dan industri.
Dijelaskan Runtu yang turut didampingi Kadis Perkebunan Minahasa Ir Wenny Talumewo, sebagai solusi mengatasi masalah krisis BBM, maka Pemkab dan PT Sugico Graha, akan mengembangkan tanam-an jarak yang berpotensi menghasilkan minyak nabati (curcas oil), yang bisa diman-faatkan sebagai biodisel atau sumber bahan bakar alternatif.
Disamping itu, tanaman ini juga dapat dimanfaatkan untuk pembuatan pupuk, pakan ter-nak, obat-obatan, insektisida, biogas (pembangkit tenaga listrik) dan lain sebagainya.
Melalui MoU ini, Pemkab Minahasa telah memfasilitasi penyiapan lokasi pembibitan seluas 25 hektar, dan penyedian lahan penanaman seluas 10 ribu hektar. “Investor akan menyiapkan semuanya, terma-suk pabrik dan pembelian biji dari petani. Ini akan sangat menguntungkan kita semua,” jelas Runtu.(pen)
|
|