|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Soputan Masih
Tetap Waspada
|
Kekhawatiran warga yang bermukim di seputaran kaki Gunung Soputan seperti di wilayah Langowan (Minahasa) dengan akan meletusnya gunung berapi yang berada di wilayah Minahasa Selatan itu, untuk sementara bisa terobati. Pasalnya, status Gunung Soputan masih tetap pada level waspada. Buktinya, beberapa hari terakhir ini, teramati hanya terjadi guguran lava dan tektonik lokal.
Sebagaimana dikatakan petu-gas pos pengamat gunung api Soputan di Desa Maliku keca-matan Amurang Timur, Sandy Manengkey melalui Suwarno, Selasa (25/04) kemarin, tera-mati guguran lava terbanyak terjadi pada Minggu (23/04) lalu yakni 21 guguran. Keeso-kan harinya, Senin, guguran la-va menurun yakni 18 guguran. “Tapi untuk hari ini (kemarin, red), guguran lava hanya sedi-kit. Untuk jumlahnya belum bisa dipastikan. Sementara asap yang keluar dari gunung, ter-amati lemah yakni hanya 5 sam-pai 10 meter,” tutur Suwarno.
Diketahui, Sowarno adalah petugas pos pengamat gunung api Lokon dan Mahawu di Ka-kaskasen III-Tomohon, meng-gantikan sementara petugas pos pengamat gunung api So-putan, Sandy Manengkey yang mendalami pengamatan gu-nung api dalam hal ini ikut pe-latihan di tanah Jawa.
Sementara itu, pantauan Ko-mentar di Desa Kotamanera dan Maliku Kecamatan Amu-rang Timur, aktivitas di kedua desa tersebut yang berada di kaki Gunung Soputan biasa-biasa saja. Warga setempat tak ada kekhawatiran dengan ka-bar akan meletusnya Gunung Soputan. “Sejauh ini belum ada pengumuman dari pemerintah bahwa kami akan dievakuasi. Kalau Gunung Soputan masih dalam status waspada, tak membuat kami khawatir,” tu-kas R Mandagi dan John Mong-kau, warga Desa Maliku.(jok)
|
|