HOME : FOOTBALL

Berita Opini Redaksi dan Pembaca 

26 April 2006

 
NEWS CATEGORIES
Mimbar Keagamaan
Opini Redaksi
Seputar Manadoku 
Politik Pemerintahan
Pendidikan Budaya
Bisnis Ekonomi
Hukum dan Kriminal
Historika dan Tokoh
Bolamania Tribun

BERITA DAERAH
Minahasa Induk
Minahasa Selatan
Tomohon
Bitung 
Sanger dan Talaud 
Bolmong 

REDAKSI INFO.
About Us

 

KOMENTAR GROUP

(Football, Metro, Politix).

Terbit 40 Hal.  Color-BW 

Alamat ; Jl. Sam Ratulagi No.162 Manado  95111 Phone: (0431) 851030 (Hunting)  Fax (0431) 851031 (Redaksi), (0431) 850955 (Merketing) 

  

Solusi terbaik buat Djelantik
Tolak Hasil Pilkada atau di PAW?

 IKUTI BERITA LAIN

Peraturan Bersama Dua Menteri 2006
Semestinya Konstitutif dan Regulatif Fungsinya

 SURAT PEMBACA

Penghakiman Pilatus

 COMMENTAREN

Bijak Menyikapi RUU APP


SUDAH diperkirakan sebe-lumnya kalau suhu politik di Bumi Totabuan bakal memanas, hal ini terlihat sejak awal tahun 2005 lalu dimana salah satu kader Partai Golkar Drs Djelantik Mokodompit yang nota bene adalah anggota DPR RI sudah mulai menyisir pelo-sok - pelosok Bolaang Mo-ngondow guna mencari sim-patik warga untuk memu-luskan niatnya maju ke pemilihan Bupati Bolmong.

Kehadiran Djelantik diberbagai kegiatan masyarakat saat itu, sudah mulai menimbulkan tan-da tanya di hati rakyat dearah lumbung beras ini, apa gerangan sampai beliau (Djelantik, red ) selalu muncul di setiap kegiatan warga? Pada hal di DPR RI sana lagi banyak tugas - tugas yang harus diselesaikan oleh para anggota Dewan yang terhormat tapi kenapa Djelantik berada di di sini? Apa mungkin lagi kunjungan dinas atau bolos dari dinas, itulah kira - kira yang timbul dari benak warga Tota-buan yang sudah memper-cayakan Putra terbaik Bolmong ini untuk menjadi duta orang Mongondow di Jakarta.
Kunjungan - kunjungan secara pribadi dan bantuan demi ban-tuan yang diberikan oleh Papa Rasky - sapaan akrab Djelantik ternyata ada mau-nya?, dan ini terbukti ketika Partai Amanan Nasional (PAN) dan beberapa partai gabungan lainnya secara resmi mengusung pasangan Drs. Hj. Djelantik Mokodompit - Drs. Wahid Makalalag (DeWa) men-jadi Calon Bupati dan Wakil Bu-pati Bolmong periode 2006 - 2011.
Dengan keprcayaan diri Djelantik yang juga peraih suara terbanyak dari Partai Golkar saat pemilu legislatif mulai me-nyisir daratan Totabuan untuk memaparkan Visi dan Misi-nya untuk membangun Bolaang Mongondow, namun sayang se-ribu kali sayang dewi fortuna be-lum berpihak pada pasangan DeWa dan ini terbukti saat hari H pencoblosan, suara pasangan yang di usung PAN harus meng-akui ketangguhan kandidat dari Partai Golkar Hj. Marlina Moha Siahaan - Drs Sehan Mokoagow.
Dari data perhitungan semen-tara, calon dari partai Golkar ter-lihat unggul jauh dibandingkan dengan calon dari PAN (DeWa. red), Melihat suara yang diper-oleh pasangan DeWa tidak seper-ti yang diharapkan, secara tegas pasangan ini menyatakan meno-lak hasil Pilkada, dan penolakan tersebut akhirnya berbuntut pe-ngerahan massa yang menama-kan Aliansi Masyarakat Totabu-an pada hari Rabu (23/03) lalu.
Dihari jadi ke - 52 Kab. Bolaang Mongondow, daerah ini telah menjadi lautan massa yang menolak hasil Pilkada karena dinilai terjadi kecurangan - kecurangan yang dilakukan oleh salah satu pasangan calon Bu-pati dan wakil Bupati Bolmong, selain itu massa pengunjuk rasa juga menilai KPUD belum siap melaksanakan pemungutan suara karena masih ada sekitar 70 ribu wajib pilih yang belum memberikan hak pilihnya karena kertas suara yang telah disiapkan oleh KPUD Bolmong tidak cukup.
Lautan massa dan air mata yang mengepung Kantor KPUD Bolmong tiba-tiba berubah men-jadi lautan darah dan jetit kesa-kitan dari pengunjuk rasa akibat dihantam peluruh aparat keama-nan yang saat itu sedang bertu-gas di KPUD Bolmong, tak pelak suasana Kotamobagu beruba mencekam, 2 warga tertembak dan dan 4 warga lainnya mengalami luka memar di Ke-pala, situasi ini kemudian oleh Bapak Kapolda Sulut Brigjen Pol Drs. Alexius Gordon Mogot Msi lansung mencopot Kapolres dan Wakapolres Bolmong karena dinilai bertanggung jawab atas tragedi 23 Maret, pasalnya Ka-polres dianggap tidak memelak-sanakan perintah pimpinan (Ka-polda, red), sehingga telah terjadi kekerasan terhadap warga yang dilakukan oleh pihak keama-nan.(bersambung)

  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin