|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Budaya Politik Campuri Urusan Pendidikan (1)
oleh: ALEX ASSA
|
BUDAYA politik di Indonesia terutama di Manado dalam hal pemilihan Anggota Dewan serta Walikota dan Wakil Walikota yang dipilih oleh rakyat mem-buahkan hasil yang memuas-kan. Berarti pendidikan politik pada masyarakat sudah kena sasaran dan dapat dikatakan berhasil. Namun yang sangat disayangkan budaya politik tersebut telah disalah gunakan oleh mereka yang berkuasa dan mengorbankan dunia pendidikan.
Maka jadilah apa yang dikata-kan siapa yang berkuasa mere-kalah yang berhak menentukan, siapa yang dekat dengan pimpinan merekalah yang akan dipilih untuk jadi pimpinan khusus di bidang pendidikan.
Tak pelak lagi aksi tawar-me-nawar oleh mereka yang berkuasa hasil pilihan rakyat terjadi. Seperti halnya di dunia pendidikan, sang penguasa sudah melupakan apa yang dikatakan Udang-undang (UU), Peraturan Pemerintah (PP) dan Keputusan Menteri (Kep-men) yang mengatur tentang pendidikan itu sendiri. Seperti halnya dalam menentukan peja-bat-pejabat di lingkungan pendi-dikan, banyak hal yang terjadi di Manado pada pemerintahan sekarang hanya memikirkan fak-tor kedekatan dan faktor saudara dan kerabat.(bersambung)
|
|