|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Bias pilkada masih terasa
Bersitegang, Elit Politik Diminta Berdamai
|
Pilkada di Kota Tomohon di-nyatakan telah berakhir, se-telah Walikota pilihan rakyat resmi dilantik pada 4 Agustus 2005 lalu. Namun setelah se-kitar delapan bulan Kota Tomohon memiliki pemimpin definitif, sejumlah elit politik masih bersitegang. Untuk itu, elit politik yang bersitegang diminta segera berdamai.
Menurut Handry Kuhon, ke-tegangan antara elit politik yang masih terasa sampai sekarang, kemungkinan besar disebabkan karena bias pilkada. Apalagi tak bisa dipungkiri, semua calon dan pendukung calon tertentu saling bersitegang untuk me-menangkan pertarungan politik waktu itu. “Saya tahu siapa elit yang masih bersitegang. Tapi kan sekarang sudah tidak ada lagi pertarungan politik karena pilkada sudah berakhir. Jadi sudah seharusnyalah kebekuan antara elit dicairkan,” kata legislator Tomohon itu.
Imbauan Kuhon ini tentu mak-sud, yakni agar semua kalangan elit bersatu, bergandengan ta-ngan untuk bersama-sama mem-bangun Kota Tomohon menuju ke arah lebih baik. “Kalau terus-terusan ‘baku gunting’ untuk suatu kepentingan tertentu, nyanda mo maju ini Tomohon. Apa susahnya kalo torang berda-mai satu-sama lain,” kuncinya.(dav)
|
|