HOME : FOOTBALL

Berita Mimbar dan Keagamaan 

27 April 2006

 
NEWS CATEGORIES

 

KOMENTAR GROUP

(Football, Metro, Politix).

Terbit 40 Hal.  Color-BW 

Alamat ; Jl. Sam Ratulagi No.162 Manado  95111 Phone: (0431) 851030 (Hunting)  Fax (0431) 851031 (Redaksi), (0431) 850955 (Merketing) 

Pesan Bulan Oikoumene 2006 dari PGI
Menjadi Gereja Bagi Orang Lain (1) 


SAUDARA-saudara seluruh warga gereja Indonesia yang di-kasihi Tuhan Yesus Kristus. De-ngan penuh syukur dan sukaci-ta, secara bersama kita me-nyambut anugerah Tuhan Allah yang telah mengantarkan kita memasuki bulan Mei, Bulan Oi-koumene Gereja-gereja di In-donesia. Bagi gereja-gereja yang terhimpun dalam Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) bulan Mei memiliki makna histo-ris yang amat penting dan menda-sar. Tanggal 25 Mei 1950 adalah fakta historis yang mencatat de-ngan tegas bahwa Gereja-gereja di Indonesia menyatakan tekad bersama untuk hidup mengesa, meninggalkan ketercerai-beraian, demi optimalisasi peran dan kesaksian di tengah sejarah.
Gereja-gereja yang terdiri dari berbagai latar-belakang deno-minasi, teologi, suku dan etnis secara bersama-sama menya-dari bahwa keterpisahan merugi-kan penyampaian Kabar Baik di negeri ini. Keterpisahan di antara gereja-gereja tidak akan mampu menyakinkan dunia tentang tu-gas pengutusan mereka, seba-gaimana diprihatinkan oleh Yesus Kristus dalam doa-Nya (Yohanes 17:21-22). Dalam keprihatinan itu, dibentuklah Dewan Gereja-gereja di Indonesia (DGI), se-bagai langkah pertama ke arah terbentuknya Gereja Kristen Yang Esa di Indonesia.
Dengan visi ini gereja-gereja menjalankan peranan dan fungsi mereka sebagai saksi-saksi dan pelayan-pelayan Allah dalam ma-syarakat Indonesia yang sangat majemuk. Dalam perjalanan se-jarahnya gereja-gereja telah ber-gumul antara pemahaman ke-esaan struktural atau keesaan fungsional. Dalam keesaan struk-tural dibayangkan, bahwa gereja-gereja secara formal-struktural-organisatoris mewujudkan kesa-tuan itu melalui kesatuan organi-sasi yang kukuh, solid dan berpu-sat di satu tempat. Dalam keesa-an fungsional dipikirkan suatu kesatuan yang nampak melalui kegiatan-kegiatan bersama gere-ja-gereja dalam menjalankan fungsi sebagai gereja yang me-layani dan bersaksi. Dalam kesa-tuan seperti ini, kesatuan formal-struktural-organisatoris menjadi tidak terlalu penting.(bersambung)

 
  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin