|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Solusi
terbaik buat Djelantik
Tolak Hasil Pilkada atau di PAW?
Oleh : Deydi Mokoginta (Bagian I)
|
Seiring dengan penembakan warga dan pencopotan Kapolres serta Wakapolres Bolmong, Tak hitung satu - dua - tiga Polda Su-lut yang saat itu mengambil alih Komando di Bolmong langsung mengerahkan ribuan aparat kepolisian untuk mengaman-kan Bolaang Mongondow, aparat kepolisian yang didatangkan antara lain dari Samapta Polda, Poltabes, Polres Bitung, Polres Minsel, Polair dan Brimob, pe-ngerahan aparat ke Bolmong oleh pimpinan Polda Sulut ber-tujuan untuk memulihkan sta-bilitas kamtibmas di daerah ini pasca Pilkada.
Namun lain bagi Masyarakat Bolmong sendiri, dengan ke-hadiran ribuan aparat ke Bol-mong dinilai akan memper keruh suasana, seperti yang di-beritakan oleh salah satu media di Sulut, Bolmong Bagaikan Daerah Oprasi Militer (DOM).
Kalau situasi Bolmong seperti ini tentunya pelantikan pasa-ngan pemenang Pemilu yang telah di tetapkan oleh KPUD Bol-mong Senin (27/3) lalu, akan terkatung - katung, bahkan si-tuasi ini akan mengundang pi-hak - pihak luar untuk ikut me-nyelidiki pelaksanaan pemilu yang oleh KPUD dan Panwas Bolmong sudah sesuai prosedur.
Hal ini tentunya akan menjadi ancaman bagi Partai Golkar yang nota bene calon mereka ditetapkan sebagai pemenang oleh KPUD Bolmong, apalagi Kamis (23/3) lalu rapat pleno DPD II Partai Golkar telah me-mecat Djelatik dari keanggotaan di Partai Golkar, bukan itu saja kursi empuk di DPR RI yang su-dah diduduki Djelantik selama satu setengah periode terancam diduduki oleh Jost Pati, seperti dibetitakan oleh Harian Swara Kita edisi (Rabu 29 Maret 2006) pemecaran Djelantik tinggal menunggu pengukuhan dari DPP dan setelah pemecatan pasti ada proses PAW, ungkap Korda Bolmong Ir. Novo Moko-bombang.
Langkah Partai Golkar ini pasti akan menambah tensi perse-turuan antara Djelantik dan partai Golkar akan lebih mema-nas, sehingga tidak menutup kemungkinan akan terjadi tragedi 23 Maret sululan, dan untuk menghindari hal tersebut, alangkah baiknya Partai Golkar Bolmong dapat bersikap secara arif dan bijak sana untuk me-rangkul kembali Djelantik de-ngan membatalkan proses PAW kemudian bergandengan tangan untuk membangan Bolaang Mongondow Baru yang Bersatu dan Mandiri.
Dengan pemberian opsi seperti ini selanjutnya tinggal Papa Rasky - sapaan akrab Djelantik sendiri yang menentukan si-kapnya, Menolak Hasil Pilkada atau di PAW?, perlu diingat si-tuasi kamtibmas yang kundusif di Bolmong saat ini adalah tanggung jawab kita semua se-bagai masyarakat Bolmong ter-masuk Hj. Marlina Moha Sia-haan dan Drs H. Djelantik Mokodompit serta Tokoh - tokoh Agama, Masyarakat, Politik dan Tokoh Pemuda yang ada di daerah ini untuk menjaganya, dan marilah dari sekarang kita tanamkan dalam lubuk hati yang paling dalam bahwa Bolmong yang damai, tentram dan se-jahtera adalah tujuan hidup kita semua sebagaiman harapan para leluhur kita dalam semboyan Tototabian, Mototompiaan bo Mototanoban.(habis)
|
|