HOME : FOOTBALL

Headlines News  

01 December 2006

 
NEWS CATEGORIES

 

KOMENTAR GROUP

(Football, Metro). Terbit 40 Hal.  Color-BW, Alamat: Kawasan Megamas Blok. B1 No:38 Phone: (0431) 879799,  Fax: (0431) 879798 

Penderita AIDS di Sulut (Bisa) Mencapai 97.000 Orang


Ini tanda awas bagi warga Sulawesi Utara. Pasalnya, hing-ga saat ini, jumlah penderita AIDS di daerah ini berpotensi mencapai 97.000 orang. Ini ji-ka menggunakan teori gunung es dari jumlah penderita AIDS yang terdeteksi di Sulut. 
Menurut Kasubdin Pembe-rantasan Penyakit Menular di Dinas Kesehatan Propinsi Su-lut, dr Roy George kepada Ko-mentar, sampai saat ini, jum-lah penderita yang terdeteksi AIDS di Sulut sudah mencapai 97 orang. ‘’Teori gunung es me-ngatakan, satu orang yang ter-deteksi, kemungkinan ada 100 orang yang tidak terdeteksi. Jadi bisa saja di Sulut sudah ada sekitar 9.700 sampai 10.000 orang yang tertular tapi belum terdeteksi,’’ ungkapnya, kemarin (30/11). 
Sedangkan untuk data pe-ngidap HIV sendiri, lanjutnya, sudah mencapai 87 orang. Dari sekitar 87 penderita HIV dan 97 AIDS ini, kata George, 42 orang telah meninggal du-nia akibat penyakit yang be-lum ada obatnya itu. Jumlah penderita HIV/AIDS di Sulut tergolong pesat. 
Pasalnya, pada Tahun 1997 silam, baru satu yang dite-mukan di Sulut, yakni pada seorang pasien di RS Bethesda Tomohon. Hal ini sangat disayangkan. 
“Hal ini mungkin terkait de-ngan keterbatasan dana yang tersedia untuk pemberantasan penyakit HIV/AIDS di Propinsi Sulawesi Utara,” ungkap dr George seraya mengingatkan, agar Sulut mewaspadai atas perkembangan penyakit yang menyerang kekebalan tubuh ini. Seperti diketahui, 1 De-sember hari ini adalah pe-ringatan Hari AIDS Sedunia dengan tema ‘’Tepati Janji Jangan Abaikan AIDS.’’ 
Lembaga merasa peduli HIV/AIDS seperti Komunitas Bata-mang Plus Manado yang dike-tuai Rody Lolong menyatakan sangat prihatin soal angka penderita HIV/AIDS di Sulut yang meningkat pesat. Menu-rutnya, hal ini bisa saja terjadi karena adanya program-pro-gram yang belum disetujui pe-merintah, di antaranya tidak dimasukkan program pembe-rantasan HIV/AIDS di APBD di masing-masing daerah. Ini menunjukkan pemda kurang peduli untuk menangkal HIV/AIDS. 
Lolong mengharapkan, agar masyarakat tetap berjuang bersama-sama memberantas penyakit tersebut dan tetap mewaspadai penularan penya-kit ini yang bisa melalui hubu-ngan seks bebas dan jarum suntik yang tidak aman.(wel) 



  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin