|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Jamin bakal bebas KKN
Soal Perekrutan CPNS, Sondakh Pertaruhkan Jabatannya
|
Rektor Unsrat Prof Dr Ir Lefrant W Sondakh Kamis (30/11) kemarin menyatakan kesanggupan institusi yang dipimpinya untuk melaksanakan perekrutan CPNS. Tak tanggung-tanggung, Sondakh menyatakan dirinya mempertaruhkan jabatannya sebagai jaminan proses ini akan bebas KKN.
“Selaku rektor saya menjamin bahwa kalaupun rekrutmen CPNS diserahkan ke universitas, maka saya jamin dan pertaruhkan jabatan saya bahwa itu akan dilakukan secara objektif, bebas KKN, tanpa diskriminatif dan tanpa titipan. Pokoknya kita wait and see saja,” tandas Sondakh yang ditemui di ruang kerjanya.
Pihaknya lanjut Sondakh menerima ‘tantangan’ untuk turut terlibat dalam perekrutan CPNS ini. “Walaupun kami juga sadar bahwa akan ad konsekuensi yang harus kami jalani. Dimana sekali saja Unsrat melakukan kesalahan, maka kami tidak akan dipercaya lagi,” imbuhnya.
Meskipun diakui Sondakh personel yang ada di Unsrat beloum sepenuhnya ‘bersih’. “Tapi saya percaya walaupun tidak semua personel Unsrat benar, tapi mayoritas sudah menghayati apa itu intergritas intelektual,” ujar mantan Ketua Bappeda Sulut ini.
Apalagi menurutnya tidak ada lembaga yang sempurna, sehingga kekurangan yang ada bisa diperbaiki bersama. “Sebab klau bukan PT yang dipercaya untuk melakukan seleksi sejenis ini, lalu siapa lagi,” tandasnya.
Lebih lanjut Sondakh menyatakan bahwa akan dilakukan perubahan dalam sistem yang nantinya akan diterapkan. “Dimulai dari pemasukan berkas, akan lebih diperketat. Selanjutnya untuk pemeriksaan, tidak akan dicantumkan nama, tapi hanya nomor yang berupa password. Sehingga akan dapat dipastikan pemeriksa tidak tahu siapa kertas jawaban siapa yang dia periksa,” urainya.
Menyinggung mengenai pernyataan Dr Max Ruinduingan mengenai keraguannya terhadap Unsrat untuk menangani perekruta CPNS, diakui Sondakh sempat membuat gerah jajarannya. “Memang menurut sayua tidak etis kalau dia (Ruindungan, red) mengeluarkan pernyataan seperti itu yang kesannya melecehkan Unsrat. Tapi saya tidak eprcaya beliau bermaksud demikian, mungkin hanya keseleo lidah saja dan saya juga sudah kemukakan dalam rapat intern agar hal tersebut tidak perlu dipolemikan,” kuncinya.(vic)
|
|