|
|
Alamat:
Kawasan Megamas Blok. B1 No:38 Phone:
(0431) 879799, Fax: (0431) 879798
|
|
![]() |
![]() |
|
Bulan Depan, PNS Sulut
Jalani Pemeriksaan AIDS
|
Ini warning bagi seluruh Pegawai Negeri Sipil (PNS) terutama para pejabat di lingkungan Pemprop Sulut. Pasalnya, jika tak ada aral melintang, bulan depan Peme-rintah Propinsi Sulut bakal menggelar pemeriksaan AIDS bagi seluruh jajarannya. Hal ini dikemukakan Plt Sekretaris Propinsi Sulut Drs Robby Ma-muaja kepada harian ini, Minggu (03/11).
Mamuaja mengungkapkan, masalah AIDS saat ini cukup meresahkan masyarakat Su-lut. Karena itu, selain berbagai program disiapkan untuk me-merangi penyakit tersebut, pemprop juga berencana akan melakukan pemeriksan kese-hatan pada Januari tahun 2007 mendatang.
“Kalau diminta agar ekse-kutif lakukan pemeriksaan kesehatan terkait penyakit AIDS, saya pikir itu tidak ma-salah. Pihak eksekutif sendiri sudah mengagendakan akan melakukan pemeriksaan ke-sehatan, termasuk pemerik-saan AIDS. Rencananya, bulan depan kegiatan peme-riksaan itu akan dilakukan,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, kegiatan pe-meriksaan ini tidak lantas dilihat sebagai sebuah kenya-taan bahwa ada di antara ek-sekutif yang telah terjangkit AIDS, tetapi sebagai upaya bersama untuk memerangi penyakit yang mematikan ini. “Pemeriksaan AIDS harus dimulai dari gedung putih dan itu akan kita lakukan. Namun demikian, PNS yang akan menjalani pemeriksaan kese-hatan bukan berarti yang ber-sangkutan lantas dicap seba-gai penderita AIDS. Pemerik-saan kesehatan di lingkungan Pemprop Sulut ini adalah ba-gian dari kampanye bersama untuk memerangi AIDS,” je-lasnya. Meski demikian, lanjut Mamuaja, jika dalam pemerik-saan nanti ditemukan ada pe-gawai yang terindikasi penya-kit AIDS, maka akan dilaku-kan proses selanjutnya terha-dap yang bersangkutan. “Akan ada sanksi yang diterapkan jika hasil pemeriksaan nanti menunjukkan adanya indikasi terjangkit AIDS,” paparnya.
Mamuaja pun menambah-kan, untuk menyukseskan rencana ini pemerintah pro-pinsi akan mengupayakan pe-ngalokasian dana, mengingat setiap pemeriksaan kesehatan membutuhkan biaya yang tidak sedikit.
“Dan tentunya juga pemerik-saan kesehatan tidak akan se-rentak dilakukan sekaligus ka-rena harus disesuaikan de-ngan kondisi keuangan dae-rah. Namun yang pasti peme-rintah propinsi akan mengalo-kasikan dana untuk kegiatan tersebut dan dipastikan pula kegiatan pemeriksaan akan dilakukan secara berkala,” tukasnya.
Pada kesempatan yang sa-ma, Mamuaja juga berharap agar seluruh kabupaten/kota dapat menjadwalkan dan se-kaligus menjalani pemerik-saan kesehatan, khususnya pemeriksaan terhadap anca-man penyakit AIDS. “Kita ha-rap eksekutif di kabupaten/kota juga dapat melakukan hal yang sama,” pintanya. Semen-tara itu di bagian lain, Dekan Fakultas Teknik Universitas Sariputra Indonesia Tomohon (Unsrit) Ir Maxi Lolong MT me-ngusulkan agar tidak hanya pihak legislatif dan eksekutif yang menjalani pemeriksaan. Para pejabat kampus dalam hal ini dosen dan pegawai pun diharapkan dapat melakukan hal yang sama.
“Saya pikir jangan cuma ek-sekutif dan legislatifnya yang jalani pemeriksaan AIDS. Para dosen dan pegawai di lingku-ngan kampus pun harus men-jalani pemeriksaan AIDS,” katanya. Menurut Lolong, bu-kan tidak mungkin ada di an-tara dosen dan pegawai yang terjangkit penyakit yang belum ada obatnya tersebut. Pasal-nya, harus diakui praktik seks bebas dan selingkuh juga ke-rap dilakoni para penghuni kampus.
“Jadi sekali lagi jangan cuma eksekutif dan legislatif. Para dosen dan pegawai kampus ju-ga harus melakukan hal yang sama. Karena itu diusulkan agar seluru rektor di setiap per-gurun tinggi untuk member-lakukan kebijakan pemerik-saan tersebut,” tandasnya.(imo)
|
|