|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Dinilai Arogan, Kapolres Sangihe Tuai Sorotan
|
Kapolres Sangihe, AKBP Su-priatna menuai sorotan. Ia di-nilai menjadi pemicu ketega-ngan antara polisi dan pers. Pasalnya, Supriatna bersikap kurang bersahabat dan arogan terhadap pers.
“Jangankan menerima warta-wan, bertegur sapa saja sulit, meski sudah berpapasan,” ujar Asisten Manager RRI Tahuna, Drs Jhon Bahiu di hadapan se-mua pers lokal di daerah, Ju-mat (01/12).
Yang paling menyakitkan lanjut Bahiu, dirinya pernah berkomunikasi dengan Kapol-res dan menanyakan banyak hal berkaitan dengan penggu-naan dana pengamanan pilka-da dan isu-isu lain atau du-gaan pemerasan yang diala-matkan Kepolres Sangihe, AKBP Hendra Supriatna. Na-mun, Kapolres langsung menge-luarkan bahasa ancaman. “Ja-ngan coba-coba bikin berita ka-lau tak mau ditangkap,” papar Bahiu menirukan Supriatna seraya menambahkan, dirinya kaget dengan sikap perwira polisi tersebut.
Senada dengan Bahiu, war-tawan Ronal Katiandago dari Tribun Sulut, juga mengaku pernah mengalami kejadian tak mengenakkan dengan Su-priatna. Ia sempat digertak de-ngan bahasa kasar yakni akan diciduk jika menulis berita yang menyudutkan sang Kapolres.
“Saya pernah digertaknya ter-kait konfirmasi berita kehadi-ran sejumlah personel propam di Sangihe dalam rangka tugas pengawasan.”ujar Katiandago
Pengalaman serupa juga dira-sakan wartawan dari Swara Kita, Posko, Metro, Tribun Sulut, Komentar, RRI Tahuna. Saat hendak mengkonfirmasi, Kapolres justru cuek dan tak menerima rombongan warta-wan yang sudah berjam-jam menunggunya.
Ternyata sikap tak simpatik terhadap Supriatna juga dike-luhkan kalangan pengusaha bahkan sejumlah perwira di jajarannya, yang enggan namanya dikorankan. “Ba-yangkan minuman ringan coca-cola produk Filipina yang selama ini tak pernah diper-soalkan kapolres-kapolres sebelumnya, justru disita secara paksa oleh Supriatna dari semua pengusaha kecil. Ini benar-benar keterlaluan,” sembur sejumlah pengusaha seraya menambahkan Kapol-da Sulut agar menegur Kapol-res Sangihe, sebelum masya-rakat bersatu mengusirnya dari Sangihe.
Sementara menurut Ketua PWI Sulut, Jootje Kumayas hal itu sangat mengecewakan. “Kapolda harus menyikapi hal ini. Jangan hanya karena seorang Kapolres Sangihe, kemitraan dengan pers di Sulut jadi luntur,” ucapnya.(med)
|
|