HOME : FOOTBALL

Berita Bolaang Mongondow 

04 December 2006

 
NEWS CATEGORIES
Mimbar Keagamaan
Opini Redaksi
Seputar Manadoku 
Politik Pemerintahan
Pendidikan Budaya
Bisnis Ekonomi
Hukum dan Kriminal
Historika dan Tokoh
Bolamania Tribun

BERITA DAERAH
Minahasa Induk
Minahasa Selatan
Tomohon
Bitung 
Sanger dan Talaud 
Bolmong 

REDAKSI INFO.
About Us

 

KOMENTAR GROUP

(Football, Metro, Politix).

Terbit 40 Hal.  Color-BW 

Alamat ; Jl. Sam Ratulagi No.162 Manado  95111 Phone: (0431) 851030 (Hunting)  Fax (0431) 851031 (Redaksi), (0431) 850955 (Merketing)  

Diduga ada aksi ‘culik-menculik’
Musda PPI Sulut Deadlock 

 

 IKUTI BERITA LAIN

MMS, Om Ding dan Jai 
Tiga Pejuang di Detik-detik Akhir  Pengesahan KK dan Bolmut 
Lintas Berita Bolmong

Musda PPI Sulut dengan agenda utama pemilihan ketua baru masa bhakti 2006-2010, berakhir deadlock, Sabtu malam sekitar pukul 24.00 WITA. Itu lantaran tujuh dari 10 pemberi suara walkout ketika proses pemilihan hendak dilakukan, yang tertinggal hanya utusan Bolmong, Manado dan Sekjen PPI Pusat Fahri Reza. Yang ironi, saking alotnya tahapan demi tahapan sebelum pemilihan, terindikasi terjadi aksi culik-menculik yang dilakukan para para tim sukses masing-masing kandidat. 
Ada tiga kandidat yang resmi terusung, yakni Herry Kereh, Hendrik Manoso SE mantan Nyong Sulut, Frangky Mamahit. Adapun ketegangan dan persaingan tajam baru mulai terasa pasca pembacaan laporan pertanggung jawaban oleh ketua sebelumnya, Herry Kereh SE Ak. Yang menghasilkan penolakan dari utusan Minahasa Induk. Sedangkan utusan Bitung dan Pusat menyatakan abstain. Sementara tujuh utusan dari kabupaten dan kota lainnya, menerima dengan catatan. 
Terkesan hasil tersebut menuai kekhawatiran bahwa Herry Kereh masih punya kans kuat untuk terpilih lagi. Sehingga suasana sidang menjelang proses pemilihan jadi makin alot, bahkan sampai empat kali diskors. Dan menjelang detik-detik berakhirnya pembahasan proses pemilihan, tiba-tiba tujuh pemberi suara dari tujuh daerah keluar dari ruang sidang. Yang tertinggal hanya pemberi suara dari PPI Cabang Bolmong dan Manado serta Sekjen PPI Fahri Reza. 
Karena perbedaan sulit diselesaikan dengan musyawarah, alhasil Reza mengambil alih sidang sekaligus menutupnya. “Untuk sementara kepengurusan PPI Sulut diambil alih oleh pusat, karena terjadi deadlock. Selanjutnya kami akan menetapkan kapan dan di mana pelaksanaan Musdanya,” tegas Reza yang tak sempat lagi dimintai keterangan, karena usai itu ia langsung bertolak ke Manado. 
Usai insiden tersebut, Herry Kereh dalam perbincangan dengan sejumlah wartawan mengaku sangat menyayangkannya. Maunya pertarungan berjalan fair, namun terindikasi sudah ada unsur politik yang menggerogoti. “Saya menyayangkan mengapa PPI sudah berbau politis,” tuturnya.
Diketahui, Musda PPI Sulut kali ini berlangsung di Hotel Ramayana, dan dibuka langsung oleh Sekjen PPI Jumat (01/12) lalu. Ironinya, pada acara pembukaan itu, Sekjen PPI sempat memuji PPI Sulut sebagai salah satu organisasi yang berhasil dan terbaik dalam berorganisasi. (tus/*)

  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin