|
|
|
|
![]() |
e![]() |
Penyaluran kredit UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) di Sulut hingga triwulan ketiga ini, secara keseluruhan memiliki kecenderungan menurun. Namun demikian secara nominal nilai kredit yang berhasil disalurkan oleh perbankan yang ada baik kredit secara umum maupun kredit UMKM, masih menunjukkan peningkatan.
“Penyaluran kredit UMKM hingga triwulan tiga di 2006 ini tumbuh sebesar 2,64 persen atau secara tahunan sebesar 20,32 persen. Hal ini seiring dengan ekspansi kredit bank secara umum yang juga mengalami pertumbuhan positif,” ungkap pemimpin Bank Indonesia (BI), Joko Wardoyo, belum lama ini.
Bedasarkan pangsanya, lanjutnya, penyaluran kredit UMKM masih didominasi oleh kredit menengah dengan porsi sebesar 6,39 persen dan 29,45 persen. Sementara itu, kecilnya porsi kredit mikro dan kecil disebabkan oleh cukup ting-ginya rasio kredit bermasalah pada sektor ini, masing-masing sebesar 23,34 persen dan 12,69 persen, jauh dari batas to-leransi yang ditetapkan BI. Di mana untuk kredit bermasalah pada kredit menengah hanya sebesar 5,56 persen.
Di sisi lain, penyebaran pe-nyaluran kredit UMKM kata Wardoyo, juga masih belum merata dan lebih banyak terfokus pada dae-rah terten-tu. Berda-sarkan ca-tatan BI, Kota Ma-nado menyerap 69,07 persen atau turun dibandingkan triwulan sebelumnya sebesar 69,2 persen dari total kredit UMKM yang disalurkan di Su-lut, diikuti Bitung, Bolmong, Minahasa dan Sangihe Talaud.
“Dari sisi pertumbuhan UMKM, Bolmong pada triwulan ini cukup tinggi disusul Bitung, Sangihe Talaud dan Manado. Sedangkan Minahasa mengala-mi koreksi pertumbuhan,” tukasnya.(eda)
|
|