HOME : FOOTBALL

Berita Mimbar dan Keagamaan 

04 December 2006

 
NEWS CATEGORIES
Mimbar Keagamaan
Opini Redaksi
Seputar Manadoku 
Politik Pemerintahan
Pendidikan Budaya
Bisnis Ekonomi
Hukum dan Kriminal
Historika dan Tokoh
Bolamania Tribun

BERITA DAERAH
Minahasa Induk
Minahasa Selatan
Tomohon
Bitung 
Sanger dan Talaud 
Bolmong 

REDAKSI INFO.
About Us

 

KOMENTAR GROUP

(Football, Metro, Politix).

Terbit 40 Hal.  Color-BW 

Alamat ; Jl. Sam Ratulagi No.162 Manado  95111 Phone: (0431) 851030 (Hunting)  Fax (0431) 851031 (Redaksi), (0431) 850955 (Merketing) 

  

Warga Diminta Jaga Stabilitas Jelang Natal

 

 IKUTI BERITA LAIN

Jubileum 75 Tahun Gereja Katolik di Bolmong

Apa sebenarnya makna natal itu.(4) 
Suara Bel dan Musik Instrumen

Varia  Natal

Gubernur Sulut Drs Sinyo Harry Sarundajang, mengimbau umat Kristen yang ada di Sulut untuk meningkatkan kewaspadaan dan tetap menjaga stabilitas dimasing-masing daerah. Terutama dalam menyambut Natal Yesus Kristus 2006. Hal ini penting, apalagi perayaan Natal ini menggambarkan tentang kesederhanaan, kasih dan kebersamaan. 
“Di samping menyambut perayaan Natal ini, umat Kristen kiranya tetap konsisten dalam menjaga lingkungan, baik di daerah, desa, kota terlebih gereja. Terutama dalam meningkatkan kewaspadaan,” ungkap Sarundajang kemarin.
Selanjutnya, Sarundajang juga menegaskan, bahwa tugas dan peranan aparat adalah menjaga dan menciptakan keamanan bagi warganya. Namun demikian, untuk menjangkau lingkungan di mana kita tinggal, alangkah baiknya jika sebagai warga masyarakat kita turut peduli. “Kewaspadaan itu alangkah baiknya jika kita lakukan bersama-sama. Sebab, apa yang terjadi di sekitar lingkungan kita adalah di luar kemampuan aparat,” tambahnya seraya mengatakan bahwa kondisi lingkungan Sulut yang aman dan terkendali kendati Sulut berada di lingkar daerah konflik patut untuk disyukuri.
Di sisi lain Sarundajang juga mengatakan dalam suasana Natal yang dirayakan setiap tahun oleh umat Kristiani ini hendaknya bukan sekedar seremonial belaka, melainkan memanfaatkan momentum ini sebagai sarana untuk menyadari akan kehidupan yang beragam dan oikumenis. “Galang kesetiakawanan dan persatuan diantara kita di tengah-tengah keberagaman yang ada,” tutur Sarundajang.(lex)

  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin