|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Dana terbesar diserap Dispertanak
2007, BKP Diplot Sebesar Rp 6 Miliar
|
Sebagai salah satu langkah untuk menunjang ketersediaan pangan di Sulut, maka dalam APBD Tahun Anggaran 2007 khusus untuk Badan Ketaha-nan Pangan, mendapatkan alokasi belanja langsung se-besar Rp 2 miliar dan belanja tidak langsung sebesar Rp 4 miliar.
Sementara itu, kucuran ter-besar terserap pada Dinas Per-tanian dan Peternakan yang mencapai Rp 21 miliar untuk belanja langsung dan Rp 28 miliar belanja tak langsung de-ngan total Rp 50 miliar.
Menurut Kabid Ekonomi Bap-peda Sulut, Verna Walukow, dalam rapat koordinasi Dewan Ketahanan Pangan yang dilak-sanakan di Sahid Teling Selasa (05/12) kemarin menyatakan, anggaran tersebut diprioritas-kan untuk peningkatan kese-jahteraan petani melalui pela-tihan dan pelaku agribisnis. “Sementara itu, untuk mening-katkan ketahanan pangan akan diarahkan pada penanga-nan daerah rawan pangan, pe-nyusunan data-base potensi produk tanam, analisis mau-pun penyusunan pola kon-sumsi. Selain itu, suplai pa-ngan dan pemanfaatan peka-rangan untuk pengembangan pangan, akses pangan masya-rakat, juga perlu mendapatkan perhatian,” ujar Walukow.
Di sisi lain, Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Sulut Dr Ir Lucky Longdong MED me-ngatakan, ketahanan pangan merupakan suatu sistem yang meliputi ketersediaan pangan, distribusi pangan dan kon-sumsi pangan yang saling ber-interaksi. Oleh karena itu, membangun sistem ketahanan pangan berarti memerlukan pe-nanganan yang bersifat holistik serta sinergitas lintas sek-tor.(eda)
|
|