|
|
|
![]() |
![]() |
|
Kunjungi VCT sebelum semuanya terlambat
Potret Ganasnya AIDS, Mewaspadai Periode Jendela HIV
|
TANGGAL 1 Desember diperingati sebagai Hari AIDS Sedunia. Momentum ini menjadi perhatian dunia karena dampak yang ditimbulkannya selama ini sudah sangat mengerikan. Bahkan masyarakat dunia sudah sepakat, HIV/AIDS (Human Immunodeficiany Virus/Acquired Immnune Deficiency Syndrome) merupakan epidemi yang paling membinasakan di zaman ini. Sudah puluhan juta anak manusia yang tewas dari lebih 60 juta orang yang mengidap. Berikut lanjutan beberapa informasi, kajian kritis dan perenungan seputar epidemi ini, kerjasama interaktif Komentar bersama Yayasan Harapan Sentosa.
Adanya infeksi HIV dalam tu-buh hanya dapat diketahui de-ngan melakukan test HIV. Ma-lah dianjurkan bagi orang yang perilakunya beresiko, test HIV sebaiknya dilakukan setiap 6 bulan. Ini penting, sebab dalam tahapan infeksi HIV ada satu tahap yang disebut Periode Jen-dela (window period) yang dapat mengecoh status sesungguhnya dari seseorang.
Periode Jendela adalah waktu antara masuknya virus HIV ke dalam tubuh dengan terbentuk-nya antibodi yang cukup untuk dapat dideteksi dengan tes HIV. Tes HIV yang dilakukan pada masa jendela ini akan menda-patkan hasil negatif meski orang yang dites sudah terinfeksi. Itulah sebabnya bila tes per-tama hasilnya negatif, pe-meriksaan harus dilakukan 3 bulan berikutnya.
Saat memasuki tubuh manu-sia, HIV akan langsung me-rusak sejumlah besar sel darah putih (T-4) yang dikenal dengan sel CD4. Sementara pengru-sakan sel berlangsung, maka sepanjang itu pula HIV terus menggandakan diri.
Namun meski jumlah HIV semakin hari semakin banyak, pengidapnya tidak akan lang-sung berada dalam keadaan AIDS. Ada sejumlah tahapan perkembangan virus HIV di dalam tubuh, salah satunya adalah periode jendela. Periode ini berlangsung selama kurang lebih 3 bulan sejak perilaku beresiko terjadi.
Tidak sedikit orang yang ter-kecoh dengan keadaan ini. Hasil tes negatif yang tentu saja melegakan ini pada akhirnya telah menimbulkan rasa aman yang semu. Karena mengang-gap tubuhnya “bersih” bisa membuat yang bersangkutan menjadi lengah dan meningkat-kan perilakunya yang beresiko.
Seperti diketahui segera se-telah terjadi infeksi HIV, tubuh mulai membentuk antibodi un-tuk melawan virus. Tes HIV akan menunjukkan adanya an-tibodi dalam darah. Setelah kira-kira 3 bulan, pada keba-nyakan orang umumnya telah terbentuk cukup antibodi untuk memberikan hasil positif dalam pemeriksaan standar. Tetapi sebagian orang sering belum ditemui hasil positif dalam 6 bulan atau bahkan setahun.
Oleh karena itu sekali lagi sangat penting untuk dilakukan pemeriksaan ulang bagi yang perilakunya beresiko tinggi. Dan untuk mendapatkan hasil yang akurat pada pemeriksaan ulang nanti, maka perilaku perlu dijaga selama masa penantian ini agar tidak beresiko. Jika pada masa ini, perilaku beresiko terjadi, misalnya berhubungan seks bukan dengan pasangan tanpa kondom, maka kemungkinan akan terjadi lagi periode jendela baru yang terhitung sejak peri-laku beresiko itu terjadi.(*)LINDUNGI DIRI & KELUARGA ANDA DARI HIV/AIDS
Periksakan Diri Di Klinik VCT:
- RS Prof Kandou (Malalayang)
- RS Prof Ratumbuysang (Sario)
- Rumkit Angkatan Darat (Teling)
- RS Bethesda (Tomohon)
- RS RSUD Manembo-nembo (Bitung)
Sebaiknya Anda Tahu
Data sampai dengan 1 November 2006:
Jumlah Penderita HIV/AIDS di Sulut 184 Orang
Penderita dari golongan Ibu rumah tangga 30 Orang
Penderita dari Wanita Pekerja Seks 16 Orang
Penderita dari Mahasiswa 17 Orang
Penderita dari Buruh/Tukang 6 Orang
Apakah AIDS?
Penyakit menular yang disebabkan oleh virus yang merusak sistem kekebalan tubuh.
Virus penyebab AIDS adalah HIV (Human Immunodeficiency Virus).
Penderita AIDS yang meninggal, bukan semata-mata disebabkan oleh virus AIDS, tetapi juga oleh penyakit lain yang sebenarnya bisa ditolak, seandainya sistem kekebalan tubuh tidak rusak oleh virus AIDS.
Gejala AIDS?
Rasa lelah berkepanjangan.
Sesak nafas dan batuk berkepanjangan.
Berat badan turun secara menyolok.
Pembesaran kelenjar (di leher, ketiak, lipatan paha) tanpa sebab yang jelas.
Bercak merah kebiruan pada kulit (kanker kulit).
Sering demam (lebih dari 38 °C) disertai keringat malam tanpa sebab yang jelas.
Diare lebih dari satu bulan tanpa sebab yang jelas.
Bagaimana AIDS Menular?
75-85 % Penularan terjadi melalui hubungan seks (5-10 % di antaranya melalui hubungan homoseksual).
5-10 % akibat alat suntik yang tercemar (terutama pada pemakai narkotika suntik).
3-5 % melalui transfusi darah yang tercemar
90 % infeksi pada bayi dan anak terjadi dari Ibu yang mengidap HIV.
25-35 % bayi yang dilahirkan oleh Ibu pengidap HIV akan menjadi pengidap HIV.
|
|