HOME : FOOTBALL

Headlines News  

07 December 2006

 
NEWS CATEGORIES

 

KOMENTAR GROUP

(Football, Metro). Terbit 40 Hal.  Color-BW, Alamat: Kawasan Megamas Blok. B1 No:38 Phone: (0431) 879799,  Fax: (0431) 879798 

Ratusan ‘delegasi’ Sulut terbang ke Jakarta 
Noreng Sidang Pemekaran, Tiga Pemkab Hamburkan Duit


RATUSAN anggota rombo-ngan dari Kabupatan Minsel, Bolmong dan Sangihe, sejak kemarin (06/12) berbondong-bondong menuju Jakarta. Me-reka terdiri dari pejabat, politisi bahkan masyarakat umum. Ada yang menggunakan dana sendiri, namun umumnya di-biayai oleh pemerintahan ka-bupaten. 
Jumlah masing-masing dele-gasi diperkirakan dari Bolmong sekitar 80-an orang, Minsel (150-an) dan Sangihe berkisar 30 orang. Keberangkatan ratu-san warga Sulut ini untuk no-reng (nonton bareng) sidang paripurna RUU pemekaran di Gedung DPR Senayan, Jakar-
ta. Lucunya, mereka mengira pengesahan RUU Pemekaran Mitra, Bolmut, Kota Kotamo-bagu dan Sitaro bakal diketuk Kamis 7 Desember, sehingga ada yang hanya menargetkan berada di Jakarta sampai 7 Desember dan balik. Padahal kabar terakhir, pengesahan RUU 17 daerah pemekaran akan digelar Jumat (8 De-sember). 
‘Penyerbuan’ warga Sulut ke Jakarta hanya untuk me-nyaksikan pengetukan RUU pemekaran ini sempat meng-undang pernyataan miring berbagai kalangan, terutama dari anggota DPR RI. Anggota DPR M. Yasin Kara mengata-kan, jika memang keberang-katan mereka mengunakan uang kas daerah, itu merupa-kan bentuk pemborosan. “Dampaknya nanti pos ke-uangan lainnya terganggu,” katanya. Menurut hematan-nya, lebih baik dana kebe-rangkatan ‘rame-rame’ itu di-pergunakan untuk persiapan pasca UU Pemekaran. 
Apalagi diingatkannya, pem-kab induk pasti akan ngos-ngosan nantinya membiayai daerah pemekaran. “Pembia-yaan induk terhadap daerah yang dimekarkan saja masih ngos-ngosan. Eh, uang yang ada malah digunakan hanya untuk menyaksikan pengesa-han. Padahal informasi saja sudah cukup,” sindirnya. 
Senada disampaikan Wakil Ketua Komisi II DPR RI dari F-PAN, Sayuti Asyatri. Menu-rutnya, keberangkatan ratu-san pemantau dari daerah merupakan langkah yang berlebihan dan tidak efisien. “Kan cukup satu atau dua orang saja yang menyaksikan. Sekarang ini, kita dihantui dari hasil pemekaran lalu, kehidupan masyarakatnya bukannya membaik malah sebaliknya,” ketusnya. 
Sekretaris F-PD (Fraksi Par-tai Demokrat) di DPR RI, Su-tan Batoegana juga turut me-nyayangkan hal ini. Dia ma-lah me-warning jika ada ka-der PD yang ikut serta dalam rombongan itu dengan uang daerah. 
“Keberangktan rombongan itu tidak dibenarkan. Peng-gunaan uang tersebut tidak tepat sasaran serta tidak jelas,” katanya.
Menurutnya, DPR sudah perjuangkan di pusat, dan lagian ada wakil Sulut di DPR. Berikut pemekaran nantinya membutuhkan biaya yang tidak sedikit. “Banyak sekali dana yang dibutuhkan se-telah daerah tersebut dime-karkan. Untuk itu, saya minta kepada kader PD di daerah, jangan sekali-kali mengguna-kan keuangan yang membe-bani rakyat,” tutur pendiri PD ini.
Anggota DPR RI dari F-PKB, Syaifuloh Maksum menam-bahkan, bisa dipahami jika kedatangan rombongan menggunakan uang pribadi. Namun, jika menggunakan uang dari kas daerah, sama saja menyakiti hati rakyat. “Sebaiknya dipergunakan membantu untuk pembangu-nan daerah baru,” katanya se-raya mengimbau agar ekspre-si kegembiraan diwujudkan secara proposional. “Ekpresi tersebut cukup di daerah saja.’’ 
Sedangkan ekonom dari Indef (Instutute for Develop-ment Economics and Finance) Afiliani mengatakan, pemkab tidak mencerminkan penghe-matan jika membiayai ratu-san warganya datang ke Ja-karta hanya untuk menyak-sikan pemekaran diketuk. 
Ini katanya sama dengan menyakiti hati pembayar pajak di daerah, di mana uang yang dibayar mereka hanya dibuang percuma untuk membiayai kegiatan yang tidak mendidik. 
Sementara itu, informasi yang diperoleh koran ini, sedi-kitnya 10 hotel cukup mewah dipergunakan ‘delegasi’ Sulut di Jakarta. Bahkan penggu-naan pesawat pun dilakukan bertahap. Tapi menurut Ke-tua Presidium Pembentukan Bolmut, Christofel Popo Bu-hang, 48 delegasi warga Pan-tura yang berangkat, tidak sa-tupun yang membebani pe-merintah. Mereka katanya menggunakan swadaya ma-syarakat Bolmut ke Jakarta. 
Delegasi KK dan Bolmut sendiri terlihat menyebar di sejumlah hotel, di antaranya Hotel Cempaka Mas, Hotel Bintang Ria dan Hotel Mega-pro.(zal/tus)



  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin