|
|
|
|
![]() |
e![]() |
|
Fahmi: Pabrik Gula Aren Berpotensi Tingkatkan Pendapatan Petani
|
Keberadaan pabrik gula aren di Kota Tomohon yang merupakan yang pertama di Indonesia, akan memberikan dampak positif bagi daerah, terutama dapat meningkatkan kesejahteraan dan pendapatan petani.
Tak itu saja, kalau selama ini pohon enau sebagai penghasil gula aren hanya tumbuh liar, maka selanjutnya bakal men-jadi komoditi yang akan dibu-didayakan. “Ini sesuatu yang luar biasa, sebab komoditi ini memiliki nilai jual yang sangat tinggi. Sebab, selain dapat me-ningkatkan kesejahteraan pe-tani, juga sangat baik untuk lingkungan. Karena dengan menanam pohon ini, akan me-ngantisipasi tanah longsor,” ujar Menteri Perindustrian Fahmi Idris kepada wartawan di Bandara Sam Ratulangi, Rabu (06/12) kemarin.
Lebih lanjut dikatakannya, untuk mengetahui seberapa besar kualitas gula aren yang akan dihasilkan oleh pabrik, maka pihaknya akan berupa-ya memberikan bantuan da-lam bentuk penelitian. Hal ini penting untuk mengetahui kualitas hasilnya. “Agar kua-litas yang dihasilkan adalah yang terbaik, maka perlu dila-kukan studi. Hal ini untuk menjaga ketika air nira diambil dan dibawa ke pabrik dalam kondisi steril atau tidak terjadi kontaminasi ketika diproses,” terangnya.
Untuk menunjang penelitian, instrumen lain yang perlu dila-kukan adalah menyiapkan labo-ratorium. Di mana untuk mak-sud tersebut, Fahmi berjanji akan memberikan bantuan se-kitar Rp 2-5 miliar. “Laborato-rium ini sangat penting, teru-tama jika produk ini akan dija-dikan komoditi ekspor. Sebab, masyarakat modern saat ini sa-ngat mengutamakan makanan sehat,” ungkapnya.
Per kilonya, gula aren saat ini dihargai Rp 60 ribu. Di mana komoditi ini sangat diminati oleh pasar Eropa seperti Be-landa dan Jepang-Asia. Bah-kan dengan diresmikannya pabrik gula aren tersebut, se-telah Sulut akan menyusul enam daerah lainnya masing-masing Sumut, Kaltim, Kalbar, Jatim, Jabar dan Bengkulu atau Sumbar.(eda)
|
|