|
|
Alamat:
Kawasan Megamas Blok. B1 No:38 Phone:
(0431) 879799, Fax: (0431) 879798
|
|
![]() |
![]() |
|
Ratusan supporter asal Sulut kecewa
Jauh-jauh ke Jakarta Hanya Nonton Lewat TV
|
SAPA suruh datang Jakar-ta…., sapa suruh datang Ja-karta. Sandiri suka sandiri rasa, edoeee sayang. Lagu ini mungkin cocok dialamatkan pada ratusan supporter dae-rah pemekaran yang sudah jauh-jauh terbang ke Jakarta untuk menyaksikan langsung pengesahan Kabupaten Mitra, Bolmut, Sitaro dan Kota Ko-tamobagu, namun hanya bisa sampai di depan pintu rua-ngan sidang paripurna DPR RI di Senayan Jakarta, kema-rin (08/12).
Pasalnya, saking membludak-nya para supporter peme-karan yang datang dari berba-gai daerah di Indonesia, se-hingga petugas keamanan DPR RI mengambil kebijakan hanya memasukkan 30 anggo-ta delegasi setiap daerah pe-mekaran. Akibatnya, ratusan supporter asal Sulut, hanya bisa menyaksikan paripurna lewat layar televisi yang dise-diakan panitia di luar gedung sidang Nusantara II.
Pintu masuk ruang sidang sendiri telah dijaga pamdal dan petugas kepolisian de-ngan membentuk pagar betis. Protes para supporter ini tidak digubris.
Akhirnya, tidak sedikit dari mereka yang terpaksa melan-tai di luar ruangan sidang. Se-orang warga asal Minsel pen-dukung pemekaran Mitra, Abdurrahman Maeng menya-takan kecewa atas sikap pa-nitia pelaksana yang tidak bertanggung jawab. “Kita jauh jauh ke Jakarta untuk me-nyaksikan langsung penge-sahan daerah kami. Tetapi ke-nyataannya seperti ini, pa-nitia pemekaran tidak profe-sional,” teriaknya.
Meski begitu, dia merasa cukup terhibur karena masih bisa mengikuti pengesahan pemekaran lewat televisi. “Un-tungnya disediakan televisi,’’ sambungnya. Sedangkan seorang tokoh Desa Tombatu, Delly Makalew menyatakan kekecewaanya karena dirinya bersama puluhan kumtua asal Minsel di wilayah Mitra ditelantarkan.
“Kami datang atas nama aspirasi masyarakat Mitra. Kenapa sampai di sini, tidak diperhatikan?,’’ tukasnya se-raya mengatakan, 67 kumtua asal Minsel semuanya tidak bisa masuk ruang paripurna.
Walau begitu, Kumtua Lobu II, Musa Mandagi menga-takan, mereka cukup terhibur karena disediakannya televisi untuk melihat sidang peme-karan. “Kita di sini tetap senang sebab Mitra sudah disahkan menjadi daerah otonom,” katanya seraya mengatakan, panitia kurang koordinasi sehingga kejadian tak mengenakkan terjadi atas mereka.
Sementara itu, di dalam rua-ngan sidang, tampak Bupati Drs RM Luntungan, Bupati Ny Dra Moha-Siahaan, dan Bupati Drs Winsu Salindeho duduk ‘manis’ di ruang VIP. Sedangkan di ruangan balkon paripurna, terlihat Ketua DPRD Sulut Drs Syachrial Da-mopolii dan sejumlah legis-lator di antaranya James Su-mandap, Anggota DPRD Min-sel Johanes Jangin, Asisten I Pemkab Minsel Frits Wagania bersama masyarakat lainnya yang beruntung bisa melihat langsung pengesahan RUU 16 daerah pemekaran.
Mereka terlihat meneriak-kan “hidup Bolmut, Hidup Mi-tra, Hidup Sitaro dan Kota Ko-tamobagu”, begitu pemanda-ngan fraksi menyatakan se-tuju disahkannya empat dae-rah otonom baru milik Sulut ini.(rizal)
|
|