|
Perpindahan Atlet Perlu Disikapi Serius
|
|

|
|

|
|

|
|
|
TRIBUN OLAHRAGA
|
|

|
|

|

|
News
Links
|
|
|
|
|

|
PERPINDAHAN atlet berprestasi asal Sulut ke daerah lain diminta untuk disikapi secara serius oleh KONI Sulut. Pasalnya, eksodusnya atlet potensial Sulut bisa menjadi duri bagi kontingen Sulut ketika nanti berlaga di PON XVII Kaltim 2008.
Memang, untuk cabang bridge semuanya tahu persis bahwa Sulut memiliki atlet potensial yang cukup banyak. Namun demikian, eksodusnya Tommy Rogi dan Octa Wohon perlu menjadi bahan kajian dari KONI Sulut karena selama ini bukan hanya Tommy dan Octa yang telah menyatakan pindah ke daerah lain.
Contoh konkrit yang hingga kini masih belum tuntas adalah kepindahan sprinter terbaik Sulut, Deysie Sumigar ke Kaltim dan Debby Caroles ke Banten serta masalah domisili atlet bulutangkis Lilyana Natsir dan Greysia Polii. Selama ini tampaknya KONI Sulut belum mengeluarkan surat rekomendasi.
Tapi, jika tidak ada pergerakan dari KONI Sulut bisa saja perpindahan atlet dianggap sah karena tidak ada protes dari daerah asal. Untuk itulah, KONI Sulut diminta untuk segera menyikapi tentang adanya sejumlah atlet yang telah menyatakan pindah daerah tanpa mendapatkan restu dari KONI Sulut.
Pihak KONI Sulut sebenarnya sudah menyatakan sangat menentang perpindahan atlet. Itu dibuktikan dengan belum ada satu surat pun dikeluarkan oleh KONI Sulut. Hal itu diakui oleh mantan Sekum KONI Sulut, Drs Nootje Apituley. “KONI Sulut belum pernah mengeluarkan rekomendasi perpindahan atlet,” ujarnya.
Cabang olahraga yang juga menyatakan tidak pernah mengeluarkan surat pindah secara resmi adalah atletik dan bulutangkis. Lalu, bagaimana dengan cabang yang telah mengeluarkan surat pindah seperti tinju dan bridge? “Semuanya tinggal tergantung KONI Sulut apakah mengizinkan atlet pindah atau tidak,” sebut pemerhati olahraga Ir Chris Hombokau MT.
Seperti diketahui selain Deysie, Debby, Lilyana dan Greysia, atlet-atlet Sulut yang telah menyatakan pindah daerah diantaranya adalah Linda Kodoati (Pencak Silat), Benny Tahuminsa, Rizal Djuma, Martin Surati, Jein Gereta dan Agnes Datunsolang (tinju), Santje Panelewen, Franky Karwur, Tommy Rogi, Octa Wohon dari cabang bridge.(dni)
|