|
|
Alamat:
Kawasan Megamas Blok. B1 No:38 Phone:
(0431) 879799, Fax: (0431) 879798
|
|
![]() |
![]() |
|
Lumpur Lapindo Berasal dari Laut Purba
|
LUAPAN lumpur di sumur pe-ngeboran minyak PT Lapindo Brantas Inc, di Porong, Kabu-paten Sidoarjo, Jawa Timur berasal dari endapan lumpur di laut purba yang mendapat te-kanan berlebih. “Lumpur ber-asal dari kedalaman antara 4.000 meter hingga 5.000 me-
ter dari permukaan tanah. Lumpur ini telah berumur se-kitar lima juta tahun, dan me-rupakan lumpur endapan laut purba,” kata Manajer Ekplo-rasi PT Lapindo Brantas Inc, Bambang Istiadi di Yogya-karta, Sabtu (09/12).
Menurut dia, ada kemung-kinan semburan lumpur itu disebabkan oleh tekanan yang berlebih pada zona patahan yang aktif kembali, serta teka-nan dari gas yang terbentuk di lapisan lempung yang tebal dan bersifat labil.
“Dari hasil penyelidikan ter-nyata sumber semburan lum-pur tidak berasal dari sumur pengeboran, tetapi dari se-kitarnya. Hal ini juga yang menyulitkan upaya penghen-tian lumpur melalui skenario satu dan skenario dua,” ka-tanya.
Bambang mengatakan saat ini semburan lumpur panas volumenya telah lebih dari 13 juta meter kubik yang meng-genangi sekitar 110,84 hektare tanah. “Luapan lumpur ini dari hari ke hari semakin banyak, setiap hari rata-rata lumpur yang keluar mencapai 50.785 meter kubik,” katanya.
Ia mengatakan jika sembu-ran lumpur tidak dapat di-hentikan maka ada tiga ke-mungkinan, yakni kawasan setempat akan menjadi gunung apabila volume lum-pur lebih besar dari volume tanah yang turun, atau tetap menjadi kawasan datar jika volume lumpur dan penu-runan tanah seimbang.
“Tetapi juga dapat menjadi danau jika penurunan tanah (ambles) volumenya lebih besar dari volume semburan lumpur. Namun, yang jelas ke-mungkinan terjadi penurunan tanah secara mendadak sa-ngat kecil,” kata dia.(ihc/*)
|
|